Minggu, 5 April 2026

Kobalt jadi Potensi SDA Baru Sulteng, Dua Investor Nyatakan Minatnya

Pada April 2019 mendatang gas rencananya akan ditingkatkan menjadi amoniak bahan dasar pupuk. “Sudah mulai kami diskusikan adanya rencananya bangunan pabrik pupuk,”terangnya.

Kedepan juga PT IMIP di Morowali berencana memproduksi stainles steel batangan. Yang akan diproduksi dalam bentuk siap pakai. Adapula sambung Elim potensi badan gas yang baru ditemukan di daerah Kabupaten Luwuk dan Teluk Tomini Kabupaten Parigi Moutong. “Jadi kami tak kuatir soal mengenai potensi SDA yang ekspornya kedepan akan lebih meningkat lagi,”ujarnya.

Peluang meningkatkan investasi dan ekspor lainnya juga ditopang sektor agribisnis. Yaitu melalui program penanaman padi jagung dan kedelai (Pajala ) yang telah berjalan beberapa tahun.

“Melalui program ini sudah meningkatkan produksi. Banyak lahan tani yang terbuka. Kita juga sudah ekspor jagung ke Pilipina,”sebutnya.

Dari sektor peternakan. Sulteng merupakan potensi lahan ternak erluas di Sulawesi.Memiliki sekitar 6,5juta hektar lahan atau sepertiga pulau Sulawesi. “Sejauh ini baru terolah 2 juta hektar,”urainya.

Demikian pula pada sektor agribisnis yang juga sangat menjanjikan. Contohnya bidang kehutanan dengan pengembangan ekspor getah pinus.

“Lain-lain potensi pertumbuhan ekonomi Sulteng yang kini meningkat adalah sektor pariwisata. Ini terus bergerak naik seiring adanya pelaksanaan even global,”demikian Elim.

Forum ini dilaksanakan dengan metode panel. Narasumbernya antara lain, Rektor Universitas Paramadina sekaligus guru besar fakultas ekonomi dan bisnis Universitas Indonesia, Firmansyah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Sulteng C Shandra Tobondo. Direksi PT IMIP Morowali, Slamet Pangabean dan Direktur Utama PT Bangun Palu Sulteng, Mulhanan Tombolotutu.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah, Miyono dalam forum ekonomi dan bisnis berharap forum ini merumuskan sesuatu yang bernilai untuk diteruskan ke Gubernur. Sebagai masukan kebijakan ekonomi Sulawesi Tengah.

(mdi/Palu Ekspres)