PALU EEKSPRES, PALU – Wali Kota Palu Hidayat menyatakan akan terus mendorong upaya penyadaran bagi masyarakat untuk bersama mengatasi masalah persampahan di Kota Palu. Menurut dia, Pemkot telah menggalakkan program berlapis untuk masalah tersebut. Mulai dari gerakan gali gasa, satuan tugas (Satgas) kebersihan, keindahan, ketertiban, keamanan dan kenyamanan (K5) serta pendekatan melalui kelembagaan adat. Termasuk menegakkan peraturan daerah berikut teknis pengangkutan.
Pendekatan lainnya adalah dengan menggiatkan pejabat camat dan lurah se Kota Palu untuk turun langsung le rumah rumah warga.Mengimbau warganya agar memberi perhatian dalam mengelola sampah rumah tangga dan Kebersihan halaman. “Kami juga telah tambah anggaran foto copy surat teguran untuk semua kelurahan,”ujarnya. Namun kata dia semua itu tak akan optimal bila masyarakat tidak ikut berpartisipasi. Minimal membangun kesadaran untuk buang sampah pada tempat yang telah disediakan. “Karena tugas pemerintah hanya mengangkut dari tempat pembuangan sementara (TPS) ke tempat pembuangan akhir (TPA),”kata Hidayat dalam acara halal bil halal tingkat Kota Palu, Sabtu malam 14 Juli 2018 di Lapangan Vatulemo Palu.
Untuk memperkuat program perang sampah, pihaknya jelas Hidayat akan mendorong lagi kampanye maupun imbauan melalui rumah-rumah ibadah lintas agama. Pendekatan demikian harap Hidayat bisa memperluas informasi mengenai tujuan pembangunan Kota Palu.
“Kita ingin Palu menjadi kota tujuan wisata. Karenanya kebersihan harus kita jaga bersama,”jelasnya. Dalam waktu dekat, rencana tersebut menurutnya akan dibahas bersama pemuka agama lintas agama.
“Kita akan lakukan lagi kampanye melalui imbauan imbauan di rumah ibadah,”sebutnya. Dari pendekatan edukasi bagi anak, Hidayat mengaku akan mendorong hal itu di sekolah. Dengan harapan muncul generasi baru yang lebih memahami tentang pentingnya hidup bersih. “Kita akan buat program khusus untuk mengedukasi anak-anak kita,”demikian Hidayat.
(mdi/palu ekspres).






