PALU EKSPRES, PALU– Persentase kawasan kumuh di Kota Palu masih cukup luas. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Palu Iskandar Arsyad menyebut, hingga tahun 2015 luasnya masih kurang lebih 87 hektar. Pemkot Palu kata dia terus berupaya untuk mengentaskan kawasan kumuh tersebut melalui berbagai pendekatan. Iskandar menuturkan, segala upaya tersebut pada dasarnya sudah membuahkan hasil. “Sejauh ini baru terealisasi 50hektar dari luas kawasan yang ada,” ungkap Iskandar Arsyad dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan developer yang digelar DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulteng bekerja sama Bank Tabungan Negara (BTN), Selasa 17 Juli 2018 di Hotel Best Western Palu. Dalam perencanaan yang ada, Pemkot kata dia mentargetkan kawasan kumuh habis pada tahun 2018 ini. “Target kita tahun 2018 kawasan kumuh menjadi nol,”jelasnya. Karena itu, pihak DPD REI Sulteng sebut Iskandar harus turut berpartisipasi dalam mengendalikan kawasan kumuh di Kota Palu. Agar luasnya tidak kembali meningkat.
“Harapan kami kedepan para pengembang perumahan dapat membangun kawasan permukiman yang berkualitas,”harapnya. Menurut dia, pengendalian kawasan kumuh harus dituntaskan bersama melalui kemitraan, utamanya DPD REI. Karena tanpa mitra kerja, Pemkot akan sulit mewujudkan pengendalian kawasan kumuh tersebut. “Olehnya, sesuai tema pembangunan Kota Palu, maka diharap REI tingkatkan kualitas perumahan dan kawasan yang ada,”ujarnya. Upaya itu tambah Iskandar bisa terwujud dengan bekerja keras dan bergerak cepat dalam pembangunan. “Bekerja cepat pun belum cukup jika tidak bertindak tepat. Yaitu kualitas sesuai standar perumahan dan kawasan pemukiman,”pungkasnya.
(mdi/palu ekspres).






