PALU EKSPRES, PALU – Jamaah Calon Haji (JCH) Sulteng diingatkan untuk terus menjaga kebersamaan, selama mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji di tanah suci. Kebersamaan tersebut sebagaiman disebutkan petugas Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) kloter 6 Embarkasi Balikpapan, Dr. H. Kiflin Padjala, salah satunya adalah dalam bentuk jamaah tidak menyusun agenda tersendiri di luar agenda kloter.
“Diimbau kepada jamaah untuk menjaga dengan baik kebersamaan selama menjalankan ibadah haji, kalau mau pergi harus pamit sama minimal sama ketua regu atau ketua kloter, supaya jangan ada yang tercecer dari rombongan,” ujar Kiflin, saat ditemui, Selasa 31 Juli 2018.
Terkait hal ini, ia menekankan kepada jamaah untuk tidak sembarangan mengikuti ajakan orang-orang di luar rombongan atau kloter, bahkan oleh orang Indonesia atau keluarga yang telah mukim di tanah suci sekalipun.
“Jangan sampai hanya karena ajakan keluarga di sana untuk keluar atau jalan-jalan, hingga mengakibatkan hal-hal yang kurang baik di luar keinginan kita. Apalagi kalau jamaahnya nekat sampai tidak pamit ke petugas,” kata Kiflin.
Kiflin juga mengingatkan kepada jamaah untuk patuh terhadap jadwal yang telah ditentukan, pada pelaksanaan ibadah haji nantinya, untuk menghindari dampak negatif yang bisa fatal.
“Terutama dalam hal melontar jumrah, banyak kejadian kecelakaan karena jamaahnya yang tidak patuh pada jadwal. Olehnya, kepatuhan jamaah dan KBIH ini harus kita jaga bersama-sama,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan kepada jamaah untuk mewaspadai orang-orang yang ingin melakukan penipuan sehingga merugikan diri jamaah. Kiflin menuturkan, jamaah asal Indonesia menjadi salah satu target utama orang-orang yang ingin menipu, terutama jamaah yang telah berusia lanjut.
“Diingatkan terutama kepada jamaah kita yang sudah berusia lanjut untuk berhati-hati, kabarnya ternyata di sana berkeliaran penipu yang sasarannya adalah orang-orang tua asal Indonesia. Ini harus kita waspadai, berhati-hatilah dengan ajakan-ajakan orang yang tidak kita kenal. Itu kejadiannya sudah ada dikirim ke WA saya, apa yang menimpa jamaah lainnya yang sudah tiba lebih dulu di sana,” tuturnya.
Tahun ini kata Kiflin, pelayanan pemerintah Indonesia kepada jamaah haji sudah sangat baik. Ia menyebutkan, setiap jamaah akan mendapat jatah makan sebanyak 40 kali dengan menu makanan Indonesia. Selain itu, para koki masak juga didatangkan dari Indonesia.
Jamaah juga akan dilayani oleh bus Salawat yang siap mengantar pergi dan pulang dari hotel menuju Masjidil Haram. Khusus kloter 6 BPN yang diisi jamaah asal Sulteng, akan berada di wilayah Aziziyah yang berjarak sekitar 4 kilometer dari Masjidil Haram.
“Jarak ini tidak menjadi masalah, karena semua jamaah dilayani akomodasinya dengan bus Salawat,” imbuhnya.
Selain itu, pemerintah kata Kiflin dikabarkan juga akan mempersiapkan berbagai hal yang dapat digunakan oleh jamaah, di antaranya sandal dan kacamata. Meski begitu ia mengingatkan kepada jamaah untuk menyediakan sandal lebih dari sepasang, untuk mengantisipasi jika sandal tersebut tercecer.
“Karena di sana suhu cuacanya bervariasi antara 40 derajat celsius atau lebih, disarankan membawa sandal jepit lebih dari sepasang. Karena ada kejadian jamaah yang kakinya sampai melepuh karena suhu panas, karena berjalan kaki tanpa sandal setelah sandalnya tercecer. Kita persiapkan hal-hal seperti ini, walaupun informasinya nanti di sana akan dibagikan sandal kepada kita,” pungkasnya.
(abr/Palu Ekspres)






