Minggu, 30 Agustus 2026
Opini  

“KEBINGUNGAN  KOLEKTIF”

foto GORESAN PAGI KAK NUR

Oleh : Muhd Nur Sangadji*

 

Inilah   bulan   yang   sangat  menggelisahkan  saya selaku dosen.    Anak-anak Indonesia, para lulusan  sekolah   menengah   tingkat   atas  bergegas masuk perguruan  tinggi. Mestinya mereka langsung saja mendaftar dan ikut   kuliah.  Bukankah mereka telah lulus ujian di sekolahnya masing masing ?.   Faktanya, mereka masih harus menempuh sejumlah “testing”  untuk merebut bangku kuliah yang  ketersediaanya terbatas.

Berlakulah   hukum   ekonomi   dimana  persaingan  muncul   karena   sumberdaya   yang tersedia  amat   terbatas.   Sebagai  contoh,   total   kursi yang  dialokasikan  di Universitas Tadulako sebanyak lebih  kurang  9 ribuan  sedangkan jumlah mahasiswa yang mendaftar lebih kurang  20 ribuan.    Itu artinya,  satu kursi diperebutkan oleh 2  Murid.    Sesuatu  yang logis dalam persaingan.  Namun, “out put” berkualitas  hanya   muncul dari   sebuah   persaingan   yang  “ input”   dan  prosesnya   berjalan secara   elegan, setara dan  fair (adil).  Dan, disinilah masalahnya.

Masuknya mahasiswa baru adalah taruhan yang paling rumit.  Anak-anak kita yang sedang punya hasrat besar  untuk  sekolah,   dihadapkan   pada  fakta keterbatasan bangku kuliah.   Karenanya, mereka harus  mengikuti  kembali   ujian saringan  dengan  biaya ekstra yang tidak kecil.  Mareka, dengan demikian harus mengorbankan lagi, bukan   cuma   dana,  tapi juga   waktu untuk kompetisi ini.  Padahal, mereka telah melakukannya untuk kelulusan dari SLTA.

Beberapa   tahun   silam,  saya  bertemu  dengan   orang Indonesia asal tanah Bugis, yang menjadi penduduk tetap (permanen  residen)  di Melbourne-Australia.  Beliau  memiliki tiga anak yang seluruhnya masuk ke Universitas Ternama di Austalia (Melbourne University, La Trobe University dan Monash University).  Semuanya berbasis nilai  SLTA.  Beliau  memastikan bila anaknya  ikut  kompetisi di Indonesia, tidak dijamin bisa lulus, apalagi di Universitas  ternama.   Saya lantas berfikir, bisakah hal begini kita terapkan di tanah air.?

Andaikata bisa, maka peristiwa rutin setiap tahun ini tidak membingungkan semua dosen, apalagi orang tua murid.  Jauh tempo, anak-anak  telah  mempersiapkan diri dalam kompetisi yang jujur,  adil dan berkualitas.  Mereka telah tahu diri dari  awal bila tidak belajar sungguh-sungguh.  Bandingkan dengan kenyataan saat ini.  Kita suruh   mereka  ikut testing, tapi  kemudian   para   orang tua  berjibaku   menebarkan   nomor testing ke berbagai orang dalam agar bisa lulus.  Belum lagi, yang punya kemampuan finansial  cukup,  akan ikut dalam kompetsisi kemampuan bayar (lelang kursi..?) untuk jurusan semisal fakultas  kedokteran. 

Pertanyaan yang terus  mengganggu nurani  saya setiap tahunnya.   Bagaimana dengan mereka yang oleh Gandy disebut sebagai  “the   last,   the   lost  and the lowest” (terkebelakang, tertinggal dan hina-dina). Yaitu,  mereka yang tidak punya kenalan, sehabat dan atau relasi orang dalam, pastilah  terabaikan.  Hingga   kini,   kita belum punya solusi efektif.  Sebagai bangsa, kita   masih   terus   mengalami   kebingungan  kolektif. Persoalannya, kita terus membiarkannya.  Wallahu A’alam Bishawab.

*(Guru Kecil di Untad)

Email; mudrezas@yahoo.com/0811454282

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam