Jumat, 15 Mei 2026
Opini  

“KEBINGUNGAN  KOLEKTIF”

foto GORESAN PAGI KAK NUR

Oleh : Muhd Nur Sangadji*

 

Inilah   bulan   yang   sangat  menggelisahkan  saya selaku dosen.    Anak-anak Indonesia, para lulusan  sekolah   menengah   tingkat   atas  bergegas masuk perguruan  tinggi. Mestinya mereka langsung saja mendaftar dan ikut   kuliah.  Bukankah mereka telah lulus ujian di sekolahnya masing masing ?.   Faktanya, mereka masih harus menempuh sejumlah “testing”  untuk merebut bangku kuliah yang  ketersediaanya terbatas.

Berlakulah   hukum   ekonomi   dimana  persaingan  muncul   karena   sumberdaya   yang tersedia  amat   terbatas.   Sebagai  contoh,   total   kursi yang  dialokasikan  di Universitas Tadulako sebanyak lebih  kurang  9 ribuan  sedangkan jumlah mahasiswa yang mendaftar lebih kurang  20 ribuan.    Itu artinya,  satu kursi diperebutkan oleh 2  Murid.    Sesuatu  yang logis dalam persaingan.  Namun, “out put” berkualitas  hanya   muncul dari   sebuah   persaingan   yang  “ input”   dan  prosesnya   berjalan secara   elegan, setara dan  fair (adil).  Dan, disinilah masalahnya.

Masuknya mahasiswa baru adalah taruhan yang paling rumit.  Anak-anak kita yang sedang punya hasrat besar  untuk  sekolah,   dihadapkan   pada  fakta keterbatasan bangku kuliah.   Karenanya, mereka harus  mengikuti  kembali   ujian saringan  dengan  biaya ekstra yang tidak kecil.  Mareka, dengan demikian harus mengorbankan lagi, bukan   cuma   dana,  tapi juga   waktu untuk kompetisi ini.  Padahal, mereka telah melakukannya untuk kelulusan dari SLTA.

Beberapa   tahun   silam,  saya  bertemu  dengan   orang Indonesia asal tanah Bugis, yang menjadi penduduk tetap (permanen  residen)  di Melbourne-Australia.  Beliau  memiliki tiga anak yang seluruhnya masuk ke Universitas Ternama di Austalia (Melbourne University, La Trobe University dan Monash University).  Semuanya berbasis nilai  SLTA.  Beliau  memastikan bila anaknya  ikut  kompetisi di Indonesia, tidak dijamin bisa lulus, apalagi di Universitas  ternama.   Saya lantas berfikir, bisakah hal begini kita terapkan di tanah air.?

Andaikata bisa, maka peristiwa rutin setiap tahun ini tidak membingungkan semua dosen, apalagi orang tua murid.  Jauh tempo, anak-anak  telah  mempersiapkan diri dalam kompetisi yang jujur,  adil dan berkualitas.  Mereka telah tahu diri dari  awal bila tidak belajar sungguh-sungguh.  Bandingkan dengan kenyataan saat ini.  Kita suruh   mereka  ikut testing, tapi  kemudian   para   orang tua  berjibaku   menebarkan   nomor testing ke berbagai orang dalam agar bisa lulus.  Belum lagi, yang punya kemampuan finansial  cukup,  akan ikut dalam kompetsisi kemampuan bayar (lelang kursi..?) untuk jurusan semisal fakultas  kedokteran. 

Pertanyaan yang terus  mengganggu nurani  saya setiap tahunnya.   Bagaimana dengan mereka yang oleh Gandy disebut sebagai  “the   last,   the   lost  and the lowest” (terkebelakang, tertinggal dan hina-dina). Yaitu,  mereka yang tidak punya kenalan, sehabat dan atau relasi orang dalam, pastilah  terabaikan.  Hingga   kini,   kita belum punya solusi efektif.  Sebagai bangsa, kita   masih   terus   mengalami   kebingungan  kolektif. Persoalannya, kita terus membiarkannya.  Wallahu A’alam Bishawab.

*(Guru Kecil di Untad)

Email; mudrezas@yahoo.com/0811454282

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan