oleh

Menag: Sis Aljufri Perluas Arti Jihad ke Pendidikan

SAMBUTAN MENAG – Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan sambutan pada puncak Haul Guru Tua Al Habib Sayyid Idrus Bin Salim Al Jufri ke 48, Minggu 17 Juli 2016 di komplek Al-Khairaat Palu, jalan Sis Aljufri.(HAMDI ANWAR)
Haul Guru Tua 2016

PALU,PE – Menteri Agama (Menag) RI Lukman Hakim Saifuddin turut hadir dalam peringatan Haul Guru Tua Al Habib Sayyid Idrus Bin Salim Al Jufri (Sis Aljufri) ke 48, Minggu 17 Juli 2016 di Palu. Menag dalam sambutannya, mengajak umat Islam mendukung dan mengembangkan keberadaan lembaga pendidikan Al-Khairaat yang didirikan Sis Aljufri.

Menurut Menag, pendirian Al Khairaat adalah bentuk perluasan dari arti jihad yang dilakukan almarhum Sis Aljufri melalui jalur pendidikan. Lembaga itu dibentuk lantaran pada samannya, pendidikan umat Islam masih sangat terkebelakang.

“Dalam berjuang, Habib tak bergerak sendirian. Itu sebabnya beliau mendirikan al khairaat untuk mengefektifkan perjuangan dan melipatgandakan keberhasilannya,”kata Menag.

Namum dalam konteks kekinian kata Menag, jihad melalui jalur pendidikan tidak mesti dilakukan dengan membentuk organisasi masyarakat (Ormas) Islam yang baru, kemudian mendirikan lagi lembaga pendidikannya.
“Inti perjuangan umat sekarang ini adalah lebih baik besarkan ormas yang sudah ada. Bergerak dan berjuang bersama itu hakekatnya adalah bagaiamana menjaga dan pelihara serta mengembangkan ormas keagamaan yang telah ada di tanah air,”ujarnya.

Berjihad melalui jalur pendidikan menurut Menag, akan tetap relevan hingga akhir zaman. Inspirasi dari keteladanan Sis Aljufri inilah kata Menag yang mestinya dilakukan murid dan pelanjut perjuangan islam dalam berjihad melalui jalur pendidikan tersebut.

“Dan itu merupakan wujud sesunggunya dari kecintaan almarhum (Guru tua) kepada Indonesia,”karta Menag.
Lukman berharap, Haul bukan hanya sekedar moment untuk menyebut kebaikan almarhum. Melainkan juga untuk meledanani langkah dan perjuangannya. Tiga asepek perjuangan yang patut diteladani dari sosok Asis Aljufri adalah caranya memperluas dakwah, memperluas pengertian jihad tidak tidak hanya berupa perang fisik, dan semangat pendirian lembaga pendidikan al khairaat untuk memajukan pendidikan umat islam.

Boleh jadi kata Menag, Sis Aljufri tidak meninggalkan buku atau atau karya intelektualanya. Namun sesungguhnya telah jutaan orang berhasil menjadi orang sukses karena sentuhan tangannya. Tak sedikit orang dididik sehingga tampil menjadi pribadi yang shaleh da shalehah.

“Lembaga pendidikan yang dikelolahnya adalah amal jariyah almarhum, yang pahalanya akan terus dinikmati beliau hingga akhir zaman. Saya tidak bisa bayangkan bagaiman suasana keislaman kawasan timur Indonesia tanpa Sis Aljufri,”jelas Menag.

Jika di pulau Jawa ada Kiayi Ahmad Dahlan, Hasyim Ashari, NTB ada Kiayi Zainuddin Abdul Madjid. Sumatera ada Syeh Ahmad Khatib Al Minangkabawi dan Kalimantan ada Syeh Muhammad Arsyad Al Banjari, maka di Sulawesi lanjut Menag ada Sis Al-Jufri.

“Mereka adalah paku bumi yang dipancangkan Allah untuk menegakkan ajaran Islam di nusantara. mendidik dan memberdayakan umat,”demikian Menag. Peringatan Haul Guru Tua Sis Aljufri dihadiri ribuan abnaul khairaat dari berbagai penjuru Kota Palu dan luar daerah di Sulteng.

Gubernur dalam sambutan singkat yang dibacakan Asisten I Pemprov Sulteng M Latjuba, menyatakan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap jasa Guru Tua Sis Aljufri dalam memajukan pendidikan di wilayah Sulteng.
Haul ke 48 Guru Tua Sis Aljufri tahun ini tak kalah semarak dari tahun-tahun sebelumnya.

Ribuan abnaul khairaat dari berbagai daerah memadati lokasi pelaksanaannya di Jalan Sis Aljufri Palu. Mereka berasal dari pengurus yayasan pendidikan Alkhairaat dari segala tingkatan yang tersebar di wilayah Sulteng. Mulai Dari KOta Palu, Sigi Donggala, Parigi Moutong, Tolitoli, Morowali.

Panitia menyiapkan sedikitnya 10 petak tenda untuk menaungi para tamu dan 2000an nasi bungkus untuk dibagikan secara gratis. Ribuan abnaul khairaat ini rela berdesak-desakan untuk mendengarkan satu persatu sambutan dari para petinggi negeri maupun sejumlah penceramah yang hadir dalam kesempatan itu.

Sambutan peringatan Haul itu diawali oleh Walikota Palu yang dibacakan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretris KOta (Sekkot) Palu, Dharma GUnawan, tauziyah yang dibawakan Ustad Jindan, sambutan GUbernur Sulteng yang dibacakan Asisten I M Lajtuba, sambutan Menteri Agama, hingga sambutan Ketua Utama PB Al Khairaat. Haul tahun inipun dihadiri sejumlah pemimpin daerah diantaranya Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba, Mantan Menteri Sosial, Salim Seggaf Aljufri, BUpati Sigi Irwan Lapata. (mdi)

News Feed