Senin, 10 Agustus 2026

Gubernur: Perlu Operasi Deradikalisasi

TIBA DI POLDA – Jenazah Santoso alias Abuwardah pimpin MIT tiba di RS Bhayangkara Polda Sulteng, Selasa 19 Juli 2016. (FOTO – FAIZ M SENGKA)

PALU, PE – Gubernur Sulteng Longki Djanggola memandang Operasi Tinombala, cukup berhasil. Keberhasilan itu dapat dilihat dengan tertembaknya buronan kelas wahid, Santoso alias Abuwardah pimpinan Mujahidin Indonesia Timur dengan basis operasi di hutan Poso.
Dihubungi Selasa, 19 Juli, Gubernur mengatakan, sekalipun gembong teroris Poso sudah tertembak, namun operasi Tinombala yang berakhir Agustus harus dilanjutkan.

Mungkin namanya bukan lagi operasi Tinombala dan tugasnya tidak lagi pendekatan refresif. Operasi yang dimaksudkannya adalah pendekatan yang lebih soft, lebih humanis menampilkan sisi kemanusiaan. Misalnya operasi deradikalisasi untuk menangkal paham  ekstrim yang menjadi cikal bakal munculnya pandangan radikal yang mengatasnamakan agama tertentu. Padahal agama selalu menganjurkan pemeluknya menebar kedamaian dan harmonisasi.

”Saya minta untuk dituntaskan agar semua pengikut Santoso dan sel selnya  menyerahkan diri atau diburu dan ditangkap hidup-hidup atau ditembak juga,” katanya dalam pesan singkatnya. Walaupun nanti Operasi Tinombala sudah selesai Gubernur tetap berharap masih ada operasi lain misalnya deradikalisasi agar masyarakat dapat bersatu kembali utk meningkatkan taraf hidup melalui bidang pertanian, perkebunan. ”Saya berharap agar jaringan Santoso ini benar selesai di Kabupaten Poso sulteng. Agar Sulteng menjadi daerah yang aman untuk berinvestasi,” tekannya.

Gubernur yang saat ini sedang melakukan perjalanan dinas di Eropa memberikan pernyataan  itu sehubungan dengan tertembak matinya Santoso, pimpinan kelompok sipil bersenjata yang  diburu aparat keamanan melalui Operasi Camar Maleo sepanjang tahun 2015 dan dilanjutkan  Operasi Tinombala Januari-Juli 2016.Santoso dan seorang anak buahnya bernama Mochtar tertembak mati dalam kontak senjata antara personel Satgas Operasi Tinombala di pegunungan sekitar Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Senin (18/7) sekitar pukul 17.00 WITA.

Jenazah Santoso dan Mochtar telah dievakuasi ke Palu pada Selasa sekitar pukul 13.30 WITA  dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan menyeluruh oleh tim DVI (disaster victims identification) Mabes Polri.Gubernur memberikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Polri dan TNI, khususnya yang tergabung dalam Satgas Operasi Tinombala Poso, yang sukses melumpuhkan Santoso alias Abu Wardah, gembong teroris yang paling dicari oleh aparat keamanan Indonesia selama ini.

“Sebagai gubernur, saya memberi apresiasi kepala Polri dan TNI yang berhasil menembak mati Santoso dan seorang anak buahnya di Poso. “Terima kasih kepada Presiden, Panglima TNI dan Kapolri serta semua pihak yang terlibat  dalam operasi penumpasan Santoso dan juga terima kasih kepada seluruh masyarakat yang  telah terlibat membantui operasi ini,” ujarnya. Gubernur Longki Djanggola juga meminta kepada masyarakat Poso untuk dapat menerima kembali seluruh eks-anggota kelompok Santoso agar bisa berbaur kembali secara damai dengan masyarakat. (kia/antara)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization