Minggu, 5 April 2026
Palu  

Semua OPD Pemkot Dipastikan Sembelih Hewan Kurban

HAEL online

PALU EKSPRES, PALU– Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Palu, Abdul Hafid Djakarate memastikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkot Palu melakukan penyembelihan hewan kurban pada lebaran idul adha 1439 hijriyah tahun 2018. Hafid menyebut, pihaknya telah menyurati seluruh OPD mengenai rencana penyembelihan kurban tersebut. Menurutnya OPD yang akan menyembelih hewan kurban harus senantiasa berkoordinasi dengan panitia yang berada di bagian Kesra Pemkot Palu
“Kemungkinan tahun ini ada peningkatan karena setiap OPD jumlahnya bervariasi. Misalkan setiap OPD satu, maka bisa mencapai 30 ekor sapi dari seluruh OPD,”kata Hafid.
Hewan kurban dari setiap OPD nantinya disembelih di masing-masing tempat. Sesuai keinginan OPD bersangkutan. Sebab halaman kantor Wali Kota Palu yang biasanya digunakan sebagai tempat penyembelihan kata dia saat ini sudah kurang memadai. Maka itu pihaknya mempersilahkan OPD memilih tempat masing-masing namun melaporkan jumlahnya. “Tetap ada yang kita sembelih di halaman kantor, tapi jumlahnya dua atau tiga ekor saja,”sebutnya. Namun mengenai jumlah pasti hewan kurban jelas dia baru bisa dirinci sehari sebelum idul adha. Atau malam sebelum hari raya. OPD ujar Hafid, biasanya baru menyampaikan laporannya pada waktu tersebut. “Datanya lengkap itu nanti malam takbiran. Karena polanya mereka ambil di tempat penjualan. Nanti saat akan disembelih baru dijemput. Ini berkaitan juga dengan perawatan hewan,”katanya.
Selain surat permintaan laporan hewan korban OPD, pihaknya lanjut Hafid juga menyurati seluruh pejabat camat dan lurah se Kota Palu. Surat itu berisi permintaan monitoring rencana kegiatan penyembuhan hewan kurban di wilayah masing-masing. Camat dan Lurah diminta memonitoring kesehatan hewan yang akan disembelih masyarakat.
Jika ada hewan yang diduga berpenyakit, camat dan lurah diminta segera berkoordinasi pada dinas pertanian dan tanaman pangan. “Selama ini mereka kewalahan dengan data kurban yang akan disembelih. Hanya tebak-tebakan di pasar hewan. Berbeda kalau ada laporan ke penitia, mereka lebih muda monitoring,”pungkasnya.

(mdi/palu ekspres).