PALU EKSPRES, PALU– Wakil Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Said menyatakan mayoritas alumni Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Dua Palu sukses dalam berkarir. Menurut dia semua itu tidak lepas dari campur tangan guru di sekolah itu.
“Selaku alumni SMAN dua, lulusan tahun sembilan puluhan mengetahui bahwa sembilan puluh sembilan persen murid yang seangkatan maupun sebelumnya, sebahagian besar sukses,”kata Pasha, sapaan akrabnya dalam ramah tamah ikatan alumni SMAN Dua (Ikasmada) Palu, Kamis 23 Agustus 2018 di rumah jabatannya.
Karenanya Pasha mengaku sangat berterima kasih kepada “pahlawan tanpa tanda jasa’ dalam usahanya membina dan membimbing seorang anak. Yang dulunya bagaikan kertas kosong lalu mengisinya dengan ilmu dan pengetahuan.
Diapun berharap, para guru untuk terus memberi bimbingan serta mengayomi murid-muridnya. Agar dimasa mendatang murid murid itu bisa menjadi generasi handal dalam membaangun serta memajukan daearahnya, utamanya kota Palu.
Seorang guru kata dia ibaratnya seorang produser dalam industri musik. Yang selalu borientasi membentuk sebuah karakter jenis irama yang solid.
Sedangkan sekolah ia ibaratkan sebagai studio rekaman yang mengawal maupun menaungi sebuah prodak musik, yaitu murid sekolah.
Menurut dia, Guru adalah perwakilan orang tua dalam membentuk karasteristik, mental, jiwa dan ketrampilan murid. Sehingga menjadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa.
“Karena 50 persen waktu seorang siswa itu dihabiskan dalam lingkungan sekolah,”tandasnya.
Salahsatu alumni yang terbilang sukses berkarir adalah Sekdaprov Sulteng , Hidayat Lamakarate yang hadir sebagai ketua umum Ikasmada dalam kesempatan itu.
Hidayat dalam sambutannya menyatakan keberhasilan seorang insan dalam kehidupanya, tidak bisa terlepas dari campur tangan seorang guru untuk menuntun muridnya menjadi manusia yang berpengetahuan dan berbudi luhur yang baik.
” Bapak saya juga seorang guru, namun Allah berkehendak lain, saya tidak bisa mengikuti jejaknya. Namun kita bisa menjadi seorang guru kepada keluarga kita,”katanya.
Antara orang tua maupun guru kata dia memiliki bobot sama dalam mengantarkan anak-anaknya meraih cita-cita. Pengabdian seorang guru menurutnya tidak bisa diukur maupun dinilai dengan apapun.
” Pengabdian mereka tidak ada taranya didunia ini. Tidak ternilai oleh apapun, karena bhakti mereka dalam menjadikan seorang manusia memiliki pengetahuan sangat kami apresiasikan setinggi-tingginya,”ujar Hidayat.
Kegiatan ramah tanah dirangkai dengan penggalangan dana. Pasha dalam kesempatan itu memberi bantuan dana kas Ikasmada sebesar lima juta rupiah.
Ramah tamah dihadiri juga Asisten I Sekdakot Muh Rifani Pakamundi, Asisten II Sekdakot Palu Imran Lataha, pimpinan OPD pemkot Palu, Kapolresta Palu AKBP Mujiyono, unsur pimpinan Forkopimda, serta guru dan kepala sekolah SMAN dua Palu.
(mdi/palu ekspres).






