Minggu, 5 April 2026
Palu  

Banjar Baru Pelajari Sistem Perencanaan Palu.

FOTO A online

PALU EKSPRES, PALU– Penghargaan perencanaan pembangunan yang diterima Pemkot Palu menjadi perhatian Pemkot Banjar Baru Kalimantan Selatan. Wakil Wali Kota Banjar Baru Darmawan J Setiawan, secara khusus berkunjung untuk ‘sharing’ informasi seputar sistem perencanaan yang dijalankan Pemkot Palu, Rabu 29 Agustus 2018. Rombongan diterima langsung Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said (Pasha) si ruang kerjanya.
Sebelumnya, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) RI menyerahkan anugerah Pangpripta nasional itu kepada Walikota Palu pada pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2018, Senin 30 April 2018 di Jakarta.
Darmawan kepada Palu Ekspres menyebut, pada prinsipnya sistem perencanaan pembangunan yang dilaksanakan hampir semuanya sama. Yaitu melibatkan stake holder melalui mekanisme penjaringan aspirasi dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang). Hanya saja, Kota Palu lebih mempertajam sistem itu dengan membuka ruang bagi masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan. Misalnya membuka ruang bagi masyarakat marginal melalui Musrenbang inklusif.
Kemudian pendampingan unsur akademisi, praktisi, LSM dan Pers dalam tim anggaran pemerintah daerah (TAPD). “Saya kira kita perlu sama sama belajar dan pola demikian kita pertimbangan untuk diadopsi,”kata Darmawan. Perencanaan menurut dia memang perlu melibatkan banyak pihak. Masyarakat, Akademisi, LSM dan Pers. Dengan demikian aspirasi masyarakat mengenai prioritas semuanya bisa terakomodir. “Musrenbang inklusif dan pendampingan stake holder terhadap TAPD inikan pola baru. Kami sama sama belajar, meski sebagian pola itu sudah kami laksanakan namun tidak secara khusus,”jelasnya.
Dia mengaku kunjungannya ke Kota Palu menghasilkan banyak informasi bermanfaat. Bukan hanya soal sistem perencanaan pembangunan namun. Melainkan juga pengembangan adat dan budaya penopang sektor kepariwisataan.
Kerena sebut Darmawan, Banjar Baru memiliki kemiripan dengan Kota Palu. Sama sama dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi dan indeks pembangunan manusia tertinggi di tingkat provinsi. Kesamaan lainnya adalah tidak memiliki sumber daya alam untuk dikembangkan sebagai penopang pertumbuhan ekonomi. Karenanya pengembangan ekonomi daerah didorong dari sektor jasa dan pariwisata.
“Ada keunggulan keunggulan yang akan kita adopsi untuk bersama sama memajukan daerah. Kunjungan kami hari ini sangat produktif,”sebutnya. Wakil Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Said sebelumnya memaparkan satu persatu pola perencanaan pembangunan Pemkot Palu. Sekaligus realisasi atas visi misi yang dijalankan Pemkot Palu.

(mdi/palu ekspres).