PALU EKSPRES, PARIGI- Jembatan Cabang Tiga sepanjang kurang lebih 400 Meter yang menghubungkan tiga Desa yakni, Desa Lambunu Utara, Desa Anutapura dan
Desa Kotanagaya, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong,
(Parimo) dikeluhkan warga sekitar. Pasalnya, jembatan tersebut hingga
kini belum ada upaya perbaikan dari pemerintah daerah.
Salah seorang warga Dusun VI, Desa Anutapura, Herman Saputra kepada
media ini, Rabu (19/9/2018), menjelaskan kerusakan jembatan cabang tiga
tersebut sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya, sejak Longki
Djanggola menjabat sebagai Bupati Parigi Moutong, hingga pergantian
pemimpin saat ini belum juga ada perbaikan yang dilakukan oleh
pemerintah daerah setempat.
“Sudah begitu kondisinya jembatan ini, cuman kayunya saja yang diganti-
ganti,”ujarnya.
Menurutnya, sejauh ini Pemerintah Kabupaten Parimo hanya sebatas janji
untuk melakukan perbaikan jembatan cabang tiga tersebut, tetapi hingga
kini perbaikan jembatan itu tidak ada realisasinya.
Karena tidak ada kepastian kata dia, dengan terpaksa warga yang bermukim
di tiga desa itu memperbaikinya secara swadaya.
“Papan-papan yang rusak kita ganti, itu berulang kali dilakukan, karena
seringnya dilintasi kendaraan lama kelamaan rusak juga,” terangnya.
Ia berharap, pemerintah segera mengambil sikap untuk merealisasikan
perbaikan jembatan tersebut, dengan mengganti yang lebih layak dan kokoh
untuk dapat digunakn oleh masyarakat.
Kepala Dinas PUPRP Parimo, Zulfinasran dikonfirmasi hal itu mengatakan,
untuk perbaikan jembatan tersebut, pihaknya sudah melaksanakan
perencanaan pada bulan Juli tahun 2018. Namun sebelumnya harus dilakukan
pengecekan kembali terhadap kekuatan abutment jembatan tersebut.
“Karena kalau tidak dicek jangan sampai kekuatan penyangga dibawah tidak
kuat menahan beban beton dan rangka baja jembatan,” terangnya.
Untuk pelaksanaan pembangunan jembatan cabang tiga itu tambahnya, belum
bisa dipastikan kapan akan dimulai. Pada intinya, pembangunan jembatan
tersebut akan menjadi prioritas pembangunan bagi daerah ini, kemudian
juga dilihat dengan kemampuan anggaran yang ada.
(asw/palu ekspres).






