Minggu, 9 Agustus 2026

Jokowi: Dipengaruhi Harga Pasar Global

sawit

PALU EKSPRES, JAKARTA – Presiden Joko Widodo atau Jokowi memahami kekhawatiran para petani di Sumatera Selatan soal anjloknya harga jual sawit dan
karet beberapa waktu belakangan. Pasalnya kedua komoditas tersebut
menjadi andalan masyarakat.

Menurut Jokowi, harga kedua komoditas itu merupakan permasalahan yang
harus diselesaikan bersama. Dia memberikan pemahaman bahwa harga
sawit dan karet merupakan urusan yang tidak sepenuhnya dapat
dikontrol oleh pemerintah karena dipengaruhi harga pasar global.

“Mengendalikan ini tidak mudah. Ini perdagangan internasional, ini
perdagangan global. Tidak bisa kita pengaruhi mereka semua, tidak
semudah itu,” ujar Jokowi dalam acara Evaluasi Kebijakan Pembangunan
dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosialisasi Prioritas Penggunaan
Dana Desa Tahun 2019, di Palembang, Ahad (25/11/2018).

Pada saat yang sama, pemerintah juga masih harus berhadapan dengan
kampanye negatif Uni Eropa terhadap produk kelapa sawit Indonesia.
Sebab, persoalan ini sebetulnya tidak lain hanyalah urusan persaingan
bisnis semata.

“Urusan sawit dan CPO ini bukan urusan mudah. Sudah empat tahun ini
kita mengurus yang namanya minyak sawit karena (produk) kita dicegat
di Uni Eropa. Alasannya banyak sekali, tapi sebetulnya ini urusan
bisnis,” jelasnya.

Namun demikian, pemerintah terus mengupayakan agar produk kelapa
sawit nasional dapat terserap dengan menawarkannya secara langsung
dalam sejumlah pertemuan dengan pimpinan negara lain.

“Saya minta Tiongkok beli lebih banyak dari sekarang, saya minta
tambahan. Saya to the point saja minta agar produksi di sini bisa
diserap sehingga harganya bisa naik. Ada tambahan 500 ribu ton, itu
banyak sekali. Tapi ternyata juga belum memengaruhi harga pasar
secara baik,” kata Presiden.

Di sisi lain, Indonesia sebagai salah satu produsen kelapa sawit
terbesar dengan luas lahan sebanyak 13 juta hektare dan mampu
memproduksi 42 juta ton memiliki stok yang berlimpah. Hal yang sama
juga berlaku untuk komoditas karet yang juga menjadi andalan
masyarakat Sumsel. Maka itu, pemerintah sedang mengupayakan sejumlah
langkah agar hasil produksi kedua komoditas dapat terserap dan
sekaligus memperbaiki harga jual.

“Di dalam negeri sudah tiga bulan ini saya sudah perintahkan (minyak
sawit) untuk dipakai campuran solar namanya B20,” kata mantan
gubernur DKI Jakarta itu.

Bila program B20 (biodiesel 20 persen) ini berhasil, Kepala Negara
meyakini hal ini dapat menaikkan harga jual kelapa sawit, sekaligus
mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor minyak mentah.

“Tapi ini butuh waktu kurang lebih setahun sejak (dimulai) tiga bulan
yang lalu,” tukasnya.

Sementara untuk komoditas karet, pemerintah juga telah menyiapkan
langkah agar hasil produksi dapat terserap dengan harga yang baik. Di
mana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan membeli
langsung hasil produksi petani karet di Sumsel dengan harga yang
cukup baik.

“Sebulan yang lalu saya perintahkan kepada Pak Menteri PU, Pak
Basuki, agar pengaspalan jalan harus pakai karet. Ini sebentar lagi
yang di Sumsel kita akan beli langsung dari petani atau koperasi
untuk beli getah karetnya,” tandas Jokowi.

(fat/jpnn)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization