Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Bawaslu Parimo Periksa Empat ASN

PALU EKSPRES, PARIGI– Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) periksa empat orang ASN di jajaran Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. Keempat ASN tersebut adalah, Samsu Nadjamuddin, Kabag Humas, Arianto Matompo, Bagian Ortal Setda, Parimo, Rivani Makaramah, Satpol PP, Ismet Ibrahim, Dinas Perhubungan Parimo.

Keempat ASN itu dipanggil Bawaslu karena terlihat dalam pertemuan dengan Caleg DPR RI, Sarifudin Sudding di salah satu Warung Kopi (Warkop) di Parigi.

Divisi Hukum, Informasi dan Data, Bawaslu Parimo, Bambang, yang di temui, Jumat (30/11/2018) dikantornya mengatakan, pemanggilan ASN tersebut, bukan klarifikasi. Tetapi hanya permintaan bahan keterangan. Karena, setelah dilakukan investigasi terhadap kegiatan itu, ternyata bukan kampanye.

“Kita hanya meminta bahan keterangan terkait kehadiran mereka di situ,” ujarnya.

Dia mengatakan, apabila kemudian di dalam keterangan itu ditemukan ternyata mereka yang menjadi penginisiasi pertemuan tersebut tentu akan ditindaklanjuti.

Dari keterangan beberapa orang yang sudah diperiksa sebut Bambang, tidak ditemukan adanya unsur kesengajaan. “Karena itu warkop, mereka sudah sering di situ,” ujarnya.

Sekaitan hal itu, Kordiv Penanganan Pelanggaran Bawaslu Parimo, Iskandar Mardani, mengatakan, dari keterangan yang diperoleh dari dua ASN yang sudah dimintai keterangan, Ismet Ibrahim dan Arianto Matompo, bahwa pertemuan itu hanya insidentil, tidak direncanakan.

“Begitu keterangan yang mereka sampaikan ke Bawaslu,”ungkapnya.

Selanjutnya, kata Iskandar masih ada dua orang lagi yang akan diperiksa yaitu, Kabag Humas, Samsu Nadjamuddin dan Rivani Makaramah dari Satpol PP. Rencananya dua ASN ini akan diperiksa hari ini juga.

“Tergantung nanti keterangan yang diberikan. Karena Informasi yang ada dengan Bawaslu hanya dalam bentuk dokumentasi. Makanya kita kembangkan dengan pemanggilan,”ungkapnya.

Apabila kemudian ada bukti-bukti atau petunjuk lain tambahnya, tetap akan diinvestigasi. Kemudian, ada beberapa wilayah privat yang harus dicermati dan wilayah publik. Tetapi karena status mereka sebagai ASN harus lebih hati-hati lagi. Karena saat ini menurutnya, sudah masuk dalam tahapan kampanye.

(asw/palu ekspres).