PALU EKSPRES, PARIGI– Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Parigi Moutong, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kabupaten Parigi Moutong, menggelar lomba cipta menu tingkat Kabupaten Parigi Moutong tahun 2018, berlangsung di lokasi Taman Masigi, Ahad (2/12/18).
Dari 23 Kecamatan di Parimo, hanya 20 Kecamatan yang sempat mengikuti kegiatan tersebut.
Ketua TP – PKK Kabupaten Parigi Moutong Noor Wachida Prihartini S. Tombolotutu mengatakan, kader PKK Kabupaten Parigi Moutong sebelumnya telah mengikuti pelatihan di Institut Pertanian Bogor (IPB) terkait cara memasak makanan dengan angka kecukupan gizi.
“Tentunya para ibu-ibu telah banyak pengalaman dalam menciptakan menu beragam yang berprotein tinggi, apalagi sudah pernah mengikuti pelatihan dari IPB Bogor,” ujarnya.
Dia mengatakan, kecamatan yang tidak mengirimkan pesertanya berarti Pokja tiga yang ada di kecamatan tersebut tidak melaksanakan kegiatan di wilayahnya.
“Tiga kecamatan yang tidak mengirimkan anggotanya, berarti tidak melakukan kegiatan,”ungkapnya.
Menurutnya, bahwa PKK Kabupaten Parigi Moutong diketahui sudah banyak melakukan berbagai program kegiatan hingga ke pelosok desa, utamanya program pemberian makanan tambahan bagi balita dan lansia.
Ia mengatakan, kegiatan Forikan ini dilaksanakan karena lomba gemar makan ikan dikeluarga dinilai masih kurang dalam memvariasikan menu makanan ikan di lingkungan keluarga.
“Selain Ikan harus kita mempromosikan juga Labole (Sagu) karena itu lebih sehat dan tidak mengandung pengawet, sagunya bisa di-bumingkan sehingga, kita bisa berkreasi dan bisa menambah penghasilan ibu-ibu rumah tangga,”ujarnya.
Dalam kesempatan itu Noor Wachida berpesan agar kreativitas tidak hanya di lomba cipta menu semata. Akan tetapi kata dia, selalu berkreasi untuk menciptakan menu saat memasak di rumah nantinya.
Sekaitan hal itu, Bupati Parigi Moutong diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Parimo, Ardi Kadir mengatakan, dengan adanya lomba cipta menu tersebut, animo masyarakat dalam mengkonsumsi ikan semakin meningkat.
Menurutnya, pengelolaan budi daya ikan di Parimo sudah baik, namun dalam pemanfaatan selama ini masih sebatas lauk pauk. Padahal kalau daging ikan itu dikelola dengan baik dapat memberikan nutrisi dan gizi bagi keluarga.
Ia menambahkan, dari 20 Kecamatan yang mengikuti kegiatan saat ini, kemudian mendapat nilai terbaik pertama, berhak untuk mengikuti lomba cipta menu tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Kabupaten Tojo Una Una pada tahun 2019 mendatang.
“Tanggal 7 Desember 2018, Parimo akan mewakili Sulteng pada lomba cipta menu tingkat Nasional di Jakarta,”ungkapnya.
(asw/palu ekspres).






