PALU EKSPRES, PALU – Para guru dan tenaga kependidikan di Kota Palu yang sebelumnya terkena dampak bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuefaksi, diminta untuk terus semangat dan bergairah mengejar ketertinggalan pelajaran pascabencana.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu, H. Ansyar Sutiadi, saat ini proses pendidikan di Kota Palu masih tertinggal dibanding daerah-daerah lainnya yang tidak terkena bencana.
Sehingga diharapkan para guru dan tenaga kependidikan dapat memiliki gairah dan semangat, agar para peserta didik di Kota Palu dapat mengejar ketertinggalan. Apalagi saat ini masa ujian sudah semakin mendekat, utamanya Ujian Nasional (UN)
“Satu bulan penuh kita tertinggal, kemudian masuk di bulan kedua belum semuanya juga normal aktivitas kita, karena terbatas sarana dan prasarana. Ini yang diharapkan ada gairah para guru untuk termotivasi untuk mengejar ketertinggalan kita,” kata Ansyar, saat dihubungi, Ahad 2 Desember 2018.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sebelumnya telah menganggarkan tunjangan khusus selama enam bulan, bagi para guru yang terdampak bencana di beberapa daerah di Sulteng, salah satunya Kota Palu.
Besaran tunjangan khusus tersebut yakni Rp28.077.000.000 untuk Kota Palu, dan telah diberikan secara simbolis oleh Mendikbud RI, Prof. Muhadjir Effendy, kepada Pemkot Palu pada pertengahan bulan November 2018 lalu. Para guru dan tenaga kependidikan yakni kepala sekolah dan pengawas sesuai data dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) akan diberikan tunjangan tersebut pertriwulan.
“Diberikan pertiga bulan, langsung ke rekening masing-masing,” imbuh Ansyar.
Ia berharap, tunjangan khusus yang diberikan pemerintah tersebut menjadi salah satu stimulan, yang dapat mendorong gairah dan semangat para guru dan tenaga kependidikan untuk mengejar ketertinggalan pembelajaran.
“Pak Menteri berharap, dan kami juga berharap, agar mereka menjadi bergairah kembali bersemangat untuk mengejar ketertinggalan,” tandas Ansyar.
(abr/palu ekspres)






