Senin, 10 Agustus 2026

Sulteng Usulkan DAK Rp1,2 T

BAHAS DAK – Pejabat mewakili Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu RI, Subandi M Amin, Sekprov Sulteng Derry B Djanggola, Anggota Komite 4 DPD-RI, Iskndar Muda Baharudin Lopa serta pejabat perwakilan Bappenas RI, Irvan dalam Rakor singkronisasi dan harmonisasi renana kegiatan DAK fisik tahun anggaran 2017, Rabu 7 September 2016 di Ruang Pogombo komplek Kantor Gubernur Sulteng. (HAMDI ANWAR)

PALU,PE – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengusulkan pembiayaan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik sebesar Rp1,2Triliun lebih untuk tahun anggaran 2017. Anggaran tersebut rencananya akan digunakan untuk melanjutkan program prioritas nasional yang berada di wilayah Sulteng.

Hal itu dikemukakan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulteng Derry B Djanggola mewakili Gubernur Sulteng dalam rapat koordinasi singkronisasi dan harmonisasi rencana kegiatan DAK fisik tahun anggaran 2017 yang digelar bersama Kementerian Keuangan RI dan Bappenas RI, Rabu 7 September 2016 di Ruang Pogombo kompleks Kantor Gubernur Sulteng.

Derry dalam sambutannya mengatakan, kebijakan pembiayaan tersebut nantinya diarahkan pada program inplementasi nawacita. Seperti peningkatan kualitas hidup manusia, peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing internasional serta kemandirian ekonomi dan percepatan pembangunan infrastruktur publik daerah.

Sasaran pembiyaan program tersebut sedapat mungkin dapat sejalan dengan rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJMD) tahun 2015-205 yang telah memasuki tahap ketiga pada rentang waktu 2016-2021. Strategi pembangunan dari pembiayaan menurutnya akan difokuskan pada pemantapan jaringan infrastruktur, peningkatan sumber daya manusia serta perbaikan daya saing daerah.

Menurutnya, Pemprov Sulteng secara rutin mendapat bantuan DAK melalui dana transfer dari pemerintah pusat dan terus mengalami peningkatan setiap tahun. Dana itu jelasnya telah memanfaatkan Pemprov Sulteng untuk membiayai program pemerintah pusat di Sulteng sesuai dengan prioritas daerah.

“Alhamdulillah pembiayaan program prioritas nasional dan daerah yang bersumber dari pembiayaan DAK, semenjak tahun 2011 hingga 2015 dapat terealisasi 100persen,”kata Derry dalam sambutannya.

Saat ini kata Sekprov, Pemprov Sulteng sedang menyusun rancangan awal RPJMD tahun 2016-2021. Agenda utama yang perlu mendapat prioritas dalam RPJMD tersebut ditetapkan pada lima hal. Yaitu menjaga dan memepertahankan momentum kebangkitan ekonomi daerah melalui peningkatan investasi, perbaikan ketimpangan pendapatan antara individu maupun antar wilayah serta penururnan tingkat kemiskinan.

“Dalam mengusulkan kegiatan pembiayaan, dana DAK harus mensinergikan antara program prioritas nasional untuk mendukung implementasi nawacita,”jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komite IV DPD-RI, Iskandar Muda Baharudin Lopa menyatakan, pihaknya sering kali menemukan berbagai masalah implementasi DAK di lapangan. Diantaranya adalah ketidak sesuaian antara kebutuhan daerah dengan apa yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Seperti pada jenis lokasi dan besaran pembiyaan DAK. Inikan halnya dengan mekanisme pengusulan DAK yang menggunakan pendekatan boton up atau yang berbasis proposal dari pemerintah daerah. Ini seringkali tidak terkomodir oleh pemerintah pusat atau direspon dengan program lain,”jelasnya.
Dari dua pendekatan penentuan DAK yang masih sering menyisakan masalah tersebut. Maka harus dijembatani untuk memaksimalkan hasil akhir dari pembiyaan daerah DAK tersebut.

“Kami berpandangan bahwa apa yang dilakukan Kementerian Keuangan RI dalam bentuk rakor ini merupakan pilihan pendekatan usulan DAK yang dapat meminamalisir masalah yang ditemukan selama ini,”katanya.
Melalui Rakor, sedapat mungkin mendekatkan antara apa yang menjadi kebutuhan pembangunan daerah dengan kebijakan pembiayaan oleh Kementerian Keuangan.

Dia menggarisbawahi, Komite IV DPD-RI berupaya mengarahkan pembiayaan DAK untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, mengurangi kesenjangan publik antar daerah, mendorong percepatan pembangunan daerah sekaligus menggerakkan perekonomian daerah secara berkelanjutan untuk meningkatkan keterampilan dan keahlian tenaga kerja serta meningkatkan produksi dan produktifitas daerah. (mdi)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization