PALU EKSPRES, PALU– Puluhan kendaraan roda empat melaju pelan dari arah utara Kota Palu menuju jantung kota, Minggu 16 Desember 2018. Seluruhnya dipasangi property lambang partai politik (Parpol) peserta Pemilu 2019.
Iring-iringan kendaraan yang dikawal patroli pengawalan (Patwal) Polres Palu berjalan tertib menyusuri jalan pesisir pantai. Antusias peserta terlihat bersemangat dengan orasi politik dan pesan-pesan damai. Peserta konvoi diatur berdasarkan nomor urut Parpol.
Semarak karnaval peserta Pemilu ini sempat menyita perhatian warga yang dilalui.
Mengambil star dari kompleks Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kelurahan Pantoloan. Lalu finish di depan Kantor KPU Palu, Jalan Balai Kota Selatan.
Selain Parpol, kegiatan bertajuk karnaval trauma healing Peserta Pemilu 2019 yang digagas KPU dan Polres Palu ini juga diikuti seluruh jajaran KPU dan Panwaslu.
Ketua KPU Palu, Agus Salim Wahid menjelaskan, kegiatan karnaval digelar untuk menyemangati Peserta Pemilu berikut para calon legislatifnya (Caleg). Sekaligus sebagai upaya penegasan bahwa KPU siap menyelenggarakan pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
“Seperti trauma healing bagi peserta Pemilu dan para Calegnya agar mereka bersemangat lagi paska bencana,”kata Agus.
Menurut dia, situasi paska bencana sempat menyurutkan semangat beberapa para Caleg untuk bersosialisasi diri. Bahkan ada diantaranya yang sempat mengajukan permohonan mundur dari pencalegan.
Melihat kondisi tersebut, pihaknya kata Agus tak patah langkah. Lalu berkonsultasi dengan Kapolres Palu untuk menggagas sebuah kegiatan yang bertujuan menyemangati Peserta Pemilu.
Sambil tetap melaksanakan tahapan sesuai jadwal, Kapolres Palu kata dia merespon positif. Sebab, mendekati Pemilu, pihak kepolisian merasa perlu mengajak peserta Pemilu untuk melakukan kampanye damai dan upaya memerangi berita hoaks.
“Ini bukan tahapan pemilu melainkan inisiatif bersama Kapolres Palu,”ujarnya.
Kegiatan itu ia harap dapat kembali memberi semangat dalam mengikuti Pemilu 2019 nanti.
“Kita lihat perkembangan, jika memungkinkan kami akan laksanakan kegiatan serupa mendekati hari H Pemilu,”jelasnya.
Karnaval trauma helaing dilepas bersama Kapolres Palu, AKBP Mujianto, Ketua KPU, Agus Salim Wahid dan Ketua Bawaslu Palu, Ivan Yudartha.
Kapolres dalam sambutannya menyebutkan, seluruh unsur penyelenggara wajib menyukseskan Pemilu nanti dengan membangun sinergitas. “Agar Pemilu berjalan baik semua pelaksana harus bersinergi,”katanya.
Agar Pemilu berjalan aman, Kapolres menyatakan semua pihak termasuk masyarakat juga wajib bersama -sama menciptakan keamanan, ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Masyarakatlah yang menciptakan Kamtibmas itu. Sedangkan Kepolisian menjaga keamanan,”sebut Kapolres.
Kapolres pun berharap peserta Pemilu kembali bersemangat setelah bencana. Lalu bersama -menciptakan Pemilu damai dan berintegritas. Serta memerangi upaya provokatif dan penyebaran berita hoaks.
“Kami melihat semangat mulai menurun makanya kami berinisiatif menggelar karnaval ini,”demikian Kapolres.
Sebelum rombongan karnaval trauma healing dilepas, seluruh Parpol menandatangani pakta integritas tentang kampanye damai, menjauhkan politik sara dan provokatif serta berita hoaks.
(mdi/palu ekspres)






