PALU EKSPRES, PARIGI– Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Nelson Metubun mengatakan, di tahun 2019, pihaknya akan meluncurkan Kartu Tani. Ini nantinya akan jadi solusi dalam menangani persoalan pertanian di Kabupaten Parigi Moutong.
Menurut Nelson, dengan adanya kartu tani diharapkan dapat mengatasi persoalan petani terutama dalam penyaluran pupuk di lapangan.
“Adanya aplikasi Kartu Tani, otomatis setiap petani sawah, kebun dan tambak, yang memegang kartu akan mudah mendapatkan pupuk,” kata Nelson yang ditemui di kantornya, Selasa (18/12/2018).
Ia menjelaskan, program ini sebagai bentuk antisipasi terjadinya penimbunan pupuk yang dilakukan oleh petani itu sendiri. Diketahui, Kabupaten Parimo, bukan hanya yang ada petani padi saja, tetapi mereka memiliki berbagai lahan pengelolaan, baik persawahan, perkebunan maupun tambak.
Selain itu, kartu tani juga tidak hanya digunaankan untuk pertanian semata, tetapi juga dapat digunakan di industri hilir serta bulog.
Sesuai dengan rencana kebutuhan definitif kelompok (RKDK), sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan pupuk yang diusulkan oleh setiap kelompok tani.
“Artinya masing-masing petani memiliki dua hektar, secara tidak langsung kadang petani mendapat enam ton pupuk, nah dengan adanya kartu ini maka akan diberikan sesuai luas lahan yang dimiliki oleh petani,” jelasnya.
Terkait hal itu tambahnya, saat ini telah dibangun kerjasama dengan berbagai pihak, di antaranya, pihak perbankan, Kementerian Pertanian serta distributor. Kemudian untuk jumlah kartu tani tersebut, tidak dibatasi. Tinggal disesuaikan saja dengan jumlah kelompok tani yang ada di Kabupaten Parimo.
(asw/palu ekspres)






