oleh

Sebagian Kota Tolitoli Terendam Banjir

BANJIR HEBAT – Kawasan Universitas Madako Tolitoli termasuk wilayah parah dengan genangan banjir berkisar 60 – 80 sentimeter, Selasa 13 September 2016. (RUSLAN SANGADJI/TJP)

PALU, PE – Hujan deras yang menyapu Kota Tolitoli pada Selasa 13 September sejak pukul 10.00 hingga 14.00 wita, nyaris merendam sebagian besar permukaan Kota Tolitoli. Aktivitas warga terhenti total, transaksi di pusat-pusat bisnis tidak berjalan dan kegiatan kantor pemerintahan nyaris lumpuh. Pegawai yang baru masuk setelah menjalani libur Idul Adha, tidak bisa berbuat banyak dan memilih pulang.

Laporan  wartawan Palu Ekspres di Tolitoli, Ramadi Manggona, menyebutkan, banjir bandang yang merendam sebagian permukaan Kota Tolitoli, disebabkan meluapnya, dua sungai besar di wilayah itu, yakni Sungai Tuwelei di Kelurahan Tuwelei dan Sungai Lembah. Dua sungai ini, menjadi langganan penyuplai ”air bah” ke kawasan kota. Namun banjir yang hanya berlangsung empat jam itu termasuk parah setidaknya jika dibanding dengan kejadian serupa pada tahun-tahun lalu. Kedalaman air berkisar antara 60 – 80 sentimeter.

Wakil Bupati Tolitoli Rahman Hi Budding, menyebutkan pemerintah akan melakukan pengerukan pada dua sungai itu. Sedimen di dua sungai ini ungkap Budding, sudah saatnya dikeruk sehingga tidak membuat air sungai mudah meluap.

Sementara itu, awan gelap disertai hujan lebat yang melanda Kota Palu, Selasa 13 September 2016, memengaruhi penerbangan di Palu. Akibat hujan yang disertai angin kencang membuat sejumlah penerbangan batal mendarat, di Bandara Mutiara Sis Aljufrie Palu. Di antaranya maskapai Garuda Indonesia dengan rute penerbangan Makassar-Palu. Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika  (BMKG) Mutiara Palu, Kasiron menyebutkan, maskapai milik negara itu terpaksa memutarbalikkan haluan pesawat kembali ke Makassar, karena kondisi cuaca yang buruk.

“Awan tebal dan hitam di atas Teluk Palu membuat pesawat enggan landing. Informasi batal landing ini disampaikan langsung maskapai Garuda. Garuda akhirnya balik ke Makassar,” sebutnya. Selain Garuda Indonesia, maskapai lain dengan penerbangan yang sama Makassar-Palu, Batik Air juga ikut mengurungkan niat untuk mendaratkan pesawatnya di Palu.

“Kalau normal, Garuda harusnya tiba pukul 15.30 WITA dari Makassar. Kalau Batik harusnya tiba pukul 16.00 WITA,” ujarnya. Hujan lebat dan angin kencang ini, kata Kasiron dipengaruhi oleh siklon tropis meranti. Siklon tropis meranti ini berada di Samudera Pasifik sebelah Timur Laut Filipina, atau sekitar 1.093 kilometer sebelah Barat Laut-Utara Balikpapan.

“Dampaknya hujan dengan intensitas sedang, hingga lebat disertai petir dan angin kencang,” ujarnya. Ini terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Seperti Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah. Selain itu, siklon tropis meranti juga menyebabkan gelombang laut, dengan ketinggian 1,25-2,5 meter di Samudera Pasifik Timur Filipina.

Beberapa daerah di Sulteng pun, terdapat oleh siklon ini. Di antaranya Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Buol, wilayah Pantai Barat, Kabupaten Donggala, Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Parigi Moutong. “Pantai Timur, Buol dan Poso,” tambahnya. Meski cukup berisiko, namun kondisi ini dipastikan takkan berlangsung lama. “Akan berangsung membaik dalam 24 jam. Karena kondisi siklon ini akan bergerak ke arah Barat-Barat Laut,” tandasnya. (kia/mrs)

Sebagian///
Cuaca Buruk Sejumlah Penerbangan Batal Mendarat di Palu

News Feed