PALU EKSPRES, PALU – Meski situasi ekonomi global diliputi ketidakpastian, namun perkembangan ekonomi Sulteng masih menunjukkan kinerja yang positif. Ekonomi Sulteng pada triwulan (TW) III tahun 2018 mampu tumbuh 6.46 year on year (yoy), lebih tinggi dari TW sebelumnya 6.20 (yoy).
Demikian pula paska terjadinya bencana. Ekonomi Sulteng masih tetap terjaga dengan berbagai indikatornya.
Demikian Kepada Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Miyono dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah, Rabu 19 Desember 2018 di hotel Santika Palu.
Dari sisi penawaran, Miyono menjelaskan bahwa pertumbuhan didorong meningkatnya pertumbuhan disektor industri pengolahan. Hal itu kemudian berimbas pada sektor pertambangan dan penggalian sebagai penyedia input/bahan baku.
“Sedang dari sisi permintaan peningkatan pertumbuhan ekonomi ditopang konsumsi rumah tangga dan sektor pemerintah. Serta meningkatnya kinerja ekspor,”kata Miyono dalam sambutannya.
Seperti perkiraan sebelumnya jelas Miyono, pertumbuhan investasi mulai mengalami deselerasi. Seiring dengan itu impor menurun signifikan, yaitu hanya tumbuh 75.32(yoy). Setelah selama semester I 2018 sempat tumbuh tinggi 275.23 persen.
Pada TW IV 2018, arah pertumbuhan ekonomi diperkirakan tetap positif meski mengalami perlambatan (5,6-5,9persen yoy) sebagai dampak bencana di Sulteng.
(mdi/palu ekspres)






