Rabu, 29 April 2026
Daerah  

Penanganan Narkoba Perlu Integrasi Lintas OPD

IMG-20181229-WA0015

PALU EKSPRES, PALU – Kampanye dan sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan narkotika terus digelorakan dengan banyak pendekatan. Beragam gagasan pun muncul agar upaya itu berjalan lebih optimal.

Salahsatu gagasan adalah perlunya semua pihak terkait mengintegrasikan program dan kegiatan dalam penanggulangan peredaran maupun penyalahgunaan barang haram tersebut.

Gagasan itu datang dari Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulteng, dalam sosialisasi bahaya narkoba yang diselenggarakan Yayasan Dharma Bhakti Sulteng, di Palu, Sabtu (29/12/2018). 

Menurut Fahruddin, integrasi lembaga maupun organisasi perangkat daerah (OPD) penting dilakukan. Agar program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Seluruh OPD terkait perlu mengoptimalkan tugas dan perannya masing-masing.

“Sejauh ini kita bekerja secara parsial dan jalan sendiri sendiri. Kedepan ini perlu terintegrasi agar menjangkau semua lapisan masyarakat,”jelas Fahruddin.

Dia menyatakan, penyalahgunaan narkoba sudah menembus semua lapisan masyarakat dan usia. Dan sejauh ini upaya penanganan tampaknya masih memprioritaskan kalangan usia dini dan remaja

“Mengapa perlu integrasi agar semua kalangan masyarakat dan usia bisa terjangkau. Bukan hanya bagi anak atau remaja,”demikian Fahruddin.

Sementara itu, Fitri Kenedy Mastura dari BNN Palu menjelaskan, pihaknya   menjalin kerjasama dengan Babinkamtibmas dalam mengatasi penyalahgunaan lem fox dikalangan usia anak.

Yaitu dengan menggalakkan imbauan kepada seluruh pedagang bahan bangunan agar tidak memperjual belikan lem fox dikalangan usia anak.

“Kami bersama Bhabinkamtibmas mendorong agar tidak melayani pembeli dari kalangan pelajar atau anak. Bahkan bila perlu kita dorong lagi pemberian sanksi bagi pedagang apabila melakukan hal itu,”jelasnya.

Menurut Fitri, sejauh ini belum ada satupun regulasi yang menegaskan lem fox termasuk dalam zat adiktif. Sehingga menyulitkan penerapan sanksi hukum bagi penggunanya. Padahal bahan yang terkandung dalam lem itu juga tak kalah merusak dengan zat adiktif lainnya.

“Akan tetapi upaya yang kita lakukan ini setidaknya bisa meminimalisir peredarannya dikalangan pelajar atau anak,”pungkasnya.

Sosialisasi bahaya narkoba yang digelar Yayasan Dharma Bhakti Sulteng juga mengahdirkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, Huzaema serta pejabat Ditresnarkoba.

(mdi/ palu ekspres) 

 

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777