PALU EKSPRES, PARIGI- Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Parigi Moutong, Nelson Metubun mengatakan, di tahun 2019 ini pihaknya memprioritaskan tanaman hortikultura yakni, tanaman bawang putih lokal.
“Jadi kita di Kabupaten Parimo ini ada satu jenis varietas tanaman bawang putih, itu hanya ada sama kita, tepatnya di daerah Tinombo,” kata Nelson kepada media ini di Parigi, Minggu (6/1/2019).
Menurutnya, jenis varietas tanaman bawang putih ini sudah direspon baik oleh pihak kemnterian pertanian. Sehingga di tahun ini, Parigi Moutong akan dialokasikan anggaran untuk budidaya bawang putih tersebut seluas 75 hektar.
“Untuk anggarannya, kami belum tahu pasti berapa besar yang akan dialokasikan, yang ada baru sebatas luasan lahan yang akan digunakan nantinya,” terangnya.
Menurut pengalaman pihaknya, hal seperti ini biasanya dikerjakan dalam bentuk swakelola, kemudian memasukkan nomor rekening kelompok pelaksana.
”Dan kemarin itu sudah hampir 100 persen pemberitahuan dari kementerian bahwa kita diberikan lokasi 75 hektar,” ungkapnya.
Dia mengatakan, untuk potensi hasil bawang putih, saat ini pihaknya masih sementara dalam proses perhitungan karena ini merupakan murni varitas tanaman lokal yang tidak tersentuh dengan pupuk kimia.
“Tanaman ini hanya ditanam di punggung gunung, jadi kalau seandainya berhasil ini uji coba, berarti kita punya produk unggul, karena dinilai tidak terpengaruh dengan bahan-bahan pestisida,” jelasnya.
Ia menjelaskan, daerah-daerah yang nantinya akan ditanami bawang putih lokal Parimo adalah, Tinombo, Desa Ogoalas, Patingke, dan Desa Lombok Barat.”Jadi yang menanam ini petani tradisional. Dan itu tidak pernah kita tahu, rupanya di sana itu dari turun temurun untuk menanam itu,”kata dia.
Ia menambahkan, rencananya tanaman bawang putih lokal Parimo ini akan diajukan ke Kementerian Pertanian untuk dirilis sebagai varietas lokal unggulan. Sehingga nantinya akan dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian, yang menyatakan bahwa benih bawang putih tersebut hanya ada di Kabupaten Parigi Moutong.
“Dan ini yang kita kejar, jadi ini istilahnya pelepasan varietas lokal unggulan,” ungkapnya.(asw/palu ekspres)






