Sabtu, 8 Agustus 2026

IHSG Kembali Dibuka Menguat Ke 6.456

PALU EKSPRES, JAKARTA – Pasar saham Indonesia pagi ini kembali dibuka menguat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan dibuka menguat 5,94 poin atau 0,1 persen ke 6.456,77

Sementara Indeks LQ45 naik 0,61 poin atau 0,1 persen menjadi 1.029,67, indeks Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,44 poin atau 0,1 persen ke 724,24, dan indeks IDX30 naik 0,41 poin atau 0,1 persen ke 566,95.

Adapun pada pembukaan perdagangan pagi ini ada 114 saham menguat, 29 saham melemah, dan 124 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp 103,4 miliar dari 187,6 juta saham diperdagangkan.

Mayoritas penggerak IHSG menguat, dengan sektor aneka industri memimpin penguatan sebesar 0,5 persen, lalu disusul oleh sektor consumer 0,2 persen. Sementara, sektor mining melemah 0,3 persen.

Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya mengatakan, IHSG berpeluang melanjutkan proses kenaikan, setelah sepanjang transaksi kemarin lebih dominan di teritori positif dan ditutup menguat 0,04 persen ke level 6.450.

Menurutnya, pergerakan IHSG masih memperlihatkan pola kenaikan lanjutan di tengah fluktuasi harga komoditas dan menjelang rilis kinerja emiten untuk tahun buku 2018.

“Peluang kenaikan dalam jangka pendek hingga jangka panjang masih terbuka cukup lebar, mengingat kondisi capital inflow yang terus berlangsung,” ujar William, di Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Selain itu, kata dia, tren penguatan IHSG juga ditopang oleh kondisi fundamental perekonomian domestik yang cukup kuat. “Hari ini IHSG berpotensi menguat,” ucap William.

Lebih lanjut dia menyatakan, IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 6.226, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 6.542.

Dengan demikian, adanya potensi kenaikan lanjutan pada laju IHSG hari ini, William merekomendasikan sembilan saham yang bisa dicermati pelaku pasar, yakni:
1. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
2. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
3. PT Mayora Indah Tbk (MYOR)
4. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI)
5. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
6. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
7. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
8. PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB)
9. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)

(rom/jpc)

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital