IHSG Kembali Dibuka Menguat Ke 6.456

  • Whatsapp

PALU EKSPRES, JAKARTA – Pasar saham Indonesia pagi ini kembali dibuka menguat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan dibuka menguat 5,94 poin atau 0,1 persen ke 6.456,77

Sementara Indeks LQ45 naik 0,61 poin atau 0,1 persen menjadi 1.029,67, indeks Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,44 poin atau 0,1 persen ke 724,24, dan indeks IDX30 naik 0,41 poin atau 0,1 persen ke 566,95.

Bacaan Lainnya

Adapun pada pembukaan perdagangan pagi ini ada 114 saham menguat, 29 saham melemah, dan 124 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp 103,4 miliar dari 187,6 juta saham diperdagangkan.

Mayoritas penggerak IHSG menguat, dengan sektor aneka industri memimpin penguatan sebesar 0,5 persen, lalu disusul oleh sektor consumer 0,2 persen. Sementara, sektor mining melemah 0,3 persen.

Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya mengatakan, IHSG berpeluang melanjutkan proses kenaikan, setelah sepanjang transaksi kemarin lebih dominan di teritori positif dan ditutup menguat 0,04 persen ke level 6.450.

Menurutnya, pergerakan IHSG masih memperlihatkan pola kenaikan lanjutan di tengah fluktuasi harga komoditas dan menjelang rilis kinerja emiten untuk tahun buku 2018.

“Peluang kenaikan dalam jangka pendek hingga jangka panjang masih terbuka cukup lebar, mengingat kondisi capital inflow yang terus berlangsung,” ujar William, di Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Selain itu, kata dia, tren penguatan IHSG juga ditopang oleh kondisi fundamental perekonomian domestik yang cukup kuat. “Hari ini IHSG berpotensi menguat,” ucap William.

Lebih lanjut dia menyatakan, IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 6.226, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 6.542.

Dengan demikian, adanya potensi kenaikan lanjutan pada laju IHSG hari ini, William merekomendasikan sembilan saham yang bisa dicermati pelaku pasar, yakni:
1. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
2. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
3. PT Mayora Indah Tbk (MYOR)
4. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI)
5. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
6. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
7. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
8. PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB)
9. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)

(rom/jpc)

 

Pos terkait