KPU Anggap Gerakan Golput Tantangan bagi Peserta Pemilu

  • Whatsapp

PALU EKSPRES, JAKARTA – Anggota KPU RI Hasyim Asy’ari menganggap adanya sebagian masyarakat menyuarakan golput merupakan tantangan serius bagi peserta Pemilu 2019.

“Seruan itu karena apa? Kalau baca statemennya ya karena belum yakin terhadap penampilan peserta pemilu untuk meyakinkan pemilih,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Bacaan Lainnya

Hasyim menegaskan, gerakan golput sendiri menjadi tamparan keras bagi partai politik, kubu Jokowi Ma’ruf Amin serta kubu Prabowo Sandiaga agar bisa tampil meyakinkan pemilih.

KPU sendiri menargetkan angka partisipasi pemilih dalam ajang Pemilu Serentak 2019 sebesar 77,5 persen. Adapun partisipasi pemilih dalam Pemilu 2014 sebesar 75,11 persen.

Kasak kusuk gerakan golput dalam ajang Pemilu 2019 mulai terdengar nyaring. Sekelas Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menyatakan bersikap golput bukanlah suatu pelanggaran hukun, melainkan bagian dari ekspresi politik. Bahkan dalam UU 7/2017 tentang Pemilu tak ada larangan golput.

“Golput bukan tujuan, tapi ekspresi politik untuk memprotes keras, mengkoreksi sistem politik pemilu hari ini,” kata Direktur LBH Jakarta Arif Maulana di Rabu (23/1/2019). (jaa/indopos)

Pos terkait