Rawan Profit Taking, IHSG Dibuka Menguat Tipis Ke 6.488

  • Whatsapp

PALU EKSPRES, JAKARTA – Pasar saham Indonesia awal pekan ini sukses menjalani harinya di zona positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini dibuka naik 6,05 poin atau 0,09 persen ke 6.488,90.

Sementara Indeks LQ45 naik 2,00 poin atau 0,2 persen menjadi 1.027, indeks Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,81 poin atau 0,2 persen ke 727, dan indeks IDX30 naik 0,78 poin atau 0,1 persen ke 565,35.

Bacaan Lainnya

Pada pembukaan pagi ini, ada 33 saham menguat, 2 saham melemah, dan 10 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp 38,01 miliar dari 9,38 juta saham diperdagangkan.

Seluruh penggerak IHSG menguat, dengan sektor mining memimpin penguatan sebesar 0,6 persen, disusul industri dasar naik 0,4 persen.

Analis Senior PT KGI Sekuritas Indonesia, Yuganur Wijanarko mengatakan, IHSG berpotensi terganjal aksi ambil untung (profit taking) secara mendadak, namun kondisi tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengakumulasi di tengah tren kenaikan.

“Kami melihat, secara teknikal laju IHSG sudah breakout di atas resisten intraday 6.480, namun tren kenaikan dapat terganjal aksi ambil untung mendadak,” kata , di Jakarta, Senin (28/1/2019).

Menurutnya, aksi profit taking akan terjadi jika pergerakan IHSG sudah berda di atas level resisten 6.500. “Jika itu terjadi, ini merupakan kesempatan untuk buy,” ucap Yuganur.

Dengan demikian, jelas Yuganur, adanya potensi pelemahan pada laju IHSG hari ini bisa direspons para investor dengan mengakumulasi empat saham berikut:

1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dengan target profit taking di kisaran Rp 3.940-4.140, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp 3.780 dan Rp 3.720, disarankan cut-loss pada posisi Rp 3.680.

2. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dengan target profit taking di kisaran Rp 4.040-4.150, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp 3.850 dan Rp 3.810, disarankan cut-loss pada posisi Rp 3.770.

3. PT Waskita Karya Tbk (WSKT), dengan target profit taking di kisaran Rp 2.090-2.170-2.270, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp 1.970 dan Rp 1.930, disarankan cut-loss pada posisi Rp 1.880.

4. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), dengan target profit taking di kisaran Rp 2.450-2.550-2.650, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp 2.270 dan Rp 2.210, disarankan cut-loss pada posisi Rp 2.150.

(rom/jpc)

 

Pos terkait