Minggu, 5 April 2026
Palu  

IKA Untad Tetap Berharap Alumni Jadi Rektor

PALU EKSPRES, PALU– Proses Pemilihan Rektor Universitas Tadulako (Untad) periode 2019-2023 kini tinggal menunggu pemilihan, dari tiga orang calon tetap yang telah ditentukan melalui Rapat Senat penyaringan bakal calon beberapa waktu lalu.

Apapun hasil pemilihan Rektor nantinya, Koordinator Presidium Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Untad, Arifin Sunusi menegaskan hal itu harus diterima oleh semua pihak, karena merupakan bagian dari proses demokrasi yang berjalan di perguruan tinggi. Meski begitu, ia menegaskan bahwa IKA Untad terus menjaga harapan bahwa jabatan Rektor Untad ke depan dapat diemban oleh alumnus Untad.
“IKA Untad juga tentu tidak salah kalau berharap, bahwa untuk Rektor Untad ke depan itu kenapa tidak misalnya ada alumni Untad yang sudah memenuhi syarat. Kalau kemudian hasilnya nanti yang dipilih oleh Senat dan dan disetujui oleh Kementerian bukan alumni Untad, IKA Untad tentu menerima dengan ikhlas karena itu bagian dari proses,” kata Arifin, saat dihubungi, Selasa 29 Januari 2019.

Ia menambahkan, proses pemilihan Rektor merupakan hak dan kewenangan dari Senat Universitas sesuai dengan aturan yang berlaku. Olehnya, IKA Untad hanya sebatas membangun wacana terkait harapan alumnus Untad dapat menjabat sebagai Rektor ke depannya.
“Kalau memang proses demokrasi melalui anggota Senat memilih bukan alumni Untad, itu hak dan kewenangan mereka. Kita hanya membangun wacana saja, karena kita melihat alumni-alumni Untad sudah banyak yang potensial juga,” tegasnya lagi.

Penyaringan bakal calon Rektor Untad peroide 2019-2023 yang berlangsung pada Jumat pekan lalu, menetapkan tiga orang calon tetap Rektor, yakni Prof. Dr. H. Mahfudz, Prof. Dr. H. Djayani Nurdin, dan Dr. Muh. Nur Ali. Ketiganya akan dipilih oleh Senat Universitas bersama perwakilan Menristekdikti, untuk menggantikan Prof. Dr. H. Muh. Basir Cyio, yang masa jabatannya berakhir pada 5 Maret 2019 mendatang.

(abr/palu ekspres)