Rabu, 12 Agustus 2026

Buruk, Koordinasi Antarbagian Sekretariat DPRD, KTA Terabaikan

Sekwan : Akhir 2016 KTA Sudah Ada
PALU, PE – Rupanya persoalan Kartu Tanda Anggota (KTA) DPRD Sulteng yang 2 tahun belum terbit, bermula dari tidak ada koordinasi yang baik antarbagian di Sekretariat DPRD Sulteng. Antara Bagian Umum dan Bagian Persidangan saling “berharap” siapa yang akan melaksanakan pengadaan Kartu Tanda Anggota (KTA) untuk wakil rakyat Sulteng tersebut.

Kinerja buruk antarbagian ini diakui Sekretaris DPRD Sulteng Mukmin Sudjuha, kepada Palu Ekspres, di ruang kerjanya, Senin 24 Oktober 2016. “Iya, kami memang ada salah di sini karena itu kurang koordinasi,” ujar Mukmin. Menurutnya pengadaan KTA ini harusnya ditangani oleh bagian Persidangan karena selama ini data dan absensi anggota DPRD berada di bagian yang ditangani Kepala Bagian Persidangan B Lasompoh ini. “Tetapi kini sudah diambil alih oleh Bagian Umum,” tambahnya.

Mukmin sendiri mengaku baru mengetahui masalah itu belum lama, setelah dilakukan dengar pendapat dengan anggota DPRD beberapa waktu lalu. Selama 2 tahun berselang, tak pernah dibahas masalah yang menjadi salah satu fasilitas wakil rakyat itu. Mantan Sekretaris KPU Sulteng ini mengatakan, pengadaan KTA memang baru dianggarkan  tahun 2016. “Tahun 2015 lalu belum dianggarkan karena pada saat itu anggota Dewan sudah dilantik akhir tahun dimana pembahasan anggaran sudah dilewati. Tetapi tahun 2016 sudah masuk penganggaran,” lanjutnya.

Persoalan kata dia, untuk pengadaan KTA yang nilainya hanya sekira Rp17 juta ini, menjadi mulur hanya karena koordinasi yang tak bagus antarbagian di Sekretariat Dewan. “Saya juga salah karena baku harap ini,” ungkap Mukmin yang sudah tiga tahun Menjabat Sekretaris DPRD Sulteng alias Kepala Staf Sekretariat itu. Dia mengakui bahwa pembuatan KTA bukan hal susah untuk dilakukan dibandingkan dengan kerja-kerja lain. Nilainya pun tak sampai Rp20 juta untuk 45 wakil rakyat ini.

Seberapa penting KTA bagi anggota DPRD? Menurut Mukmin, KTA penting sebagai tanda pengenal, identitas anggota DPRD. Selain Pin yang dikenakan di baju, KTA juga menjadi tanda pengenal ketika ada kegiatan-kegiatan anggota dewan yang membutuhkan identitas. Minimal kata dia, bila digunakan di hotel bisa diberi tarif khusus sebagai pejabat negara. KTA untuk anggota DPRD Sulteng periode 2014-2019 itu kini sudah dalam proses pembuatan. Mukmin yakin akhir tahun 2016 ini, para anggota DPRD sudah bisa menerima Kartu Identitasnya setelah 2 tahun menjalankan tugas. (aaa)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization