PALU EKSPRES, PARIGI- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) akan bekerjasama dengan investor asal Solo terkait olahan kelapa terpadu.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Hasil Hutan, Kerajinan, Olahan Mesin, dan Aneka Alat Angkut Disperindag Parimo, Wawan Yulianto kepada media ini di Parigi, Rabu 13 Februari 2019.
Sejauh ini kata Wawan, penjualan kelapa biji kupas itu sempat laris di pasaran. Jika dihitung keuntungan kelapa biji kupas tersebut, keuntungannya hanya pada pembeli kelapa kupas itu sendiri.
Sehingga dengan adanya olahan kelapa terpadu ini lanjut dia, semua yang ada pada kelapa akan diolah.
“Yang diolah itu mulai dari sabut, daging, air sama tempurung. Dan itu mempunyai nilai jual,”ujarnya.
Setelah diolah katanya, pihaknya akan menganalisa sesuai kondisi pasar untuk mengetahui hitungan berapa harga kelapa per biji.
Dia menjelaskan, kedatangan investor Solo ke Kabupaten Parimo baru-baru ini, bertujuan untuk memastikan produk yang akan diolah nantinya.
“Jadi, sabut kelapa diolah menjadi koko kiber, tempurung diolah menjadi briket,” jelasnya.
Lanjut dia, sebelum menjalin kerjasama dengan investor asal Solo tersebut, terlebih dahulu mereka akan mengecek kesiapan peralatan yang akan digunakan nantinya.
Ia menambahkan, investor tersebut selain menjadi pendamping, pihaknya juga akan meminta daftar harga serta dapat memberikan informasi pasaran kelapa biji di luar daerah.
“Untuk awalnya ini kita masih melalui perantara dari mereka. Kalau seandainya kemampuan UKM kita bisa mencapai permintaan ekspor, mungkin menjualnya bukan dari mereka lagi tetapi, kita sudah bisa langsung mengekspor sendiri,” jelasnya.
Sehingga, diharapkan pendampingan investor asal Solo tersebut, dalam mengolah olahan Kelapa terpadu sesuai target. Sebab, itu adalah tujuan investor datang ke Kabupaten Parigi Moutong.
(asw/palu ekspres)






