PALU EKSPRES, PARIGI– Angka Kemiskinan di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) masih terbilang tinggi sehingga perlu diturunkan melalui kerja nyata organisasi perangkat daerah (OPD) dan seluruh stakeholder yang ada.
Sekaitan hal itu Wakil Bupati (Wabup) Parigi Moutong, Badrun Nggai meminta kepada seluruh OPD agar menangani serius soal kemiskinan di Kabupaten Parigi Moutong.
Hal itu disampaikan Wabup Badrun Nggai saat membuka kegiatan rapat koordinasi (Rakor) Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Parigi Moutong tahun 2018 – 2023, berlangsung di aula Bappelitbagda Parimo, Senin 18 Februari 2019. Sore.
Menurut dia, kemiskinan mempengaruhi tingkat pembangunan di Parimo, sehingga masyarakat perlu disejahterakan dengan berbagai strategi untuk mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Melalui RPJMD tersebut lanjut dia, akan menghasilkan rumusan program kerja serta dapat mengidentifikasi permasalahan pembangunan daerah yang terkait dengan penyelenggaraan urusan pemerintahan yang relevan. “Isu-isu startegis berasal dari permasalahan pembangunan yang dapat memberikan manfaat atau pengaruh di masa yang akan datang bagi daerah ini,” ujarnya.
Sehingga kata Wabup Badrun, diharapkan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) jangan hanya melaporkan kegiatannya saja di WhatsApp tetapi hasil yang sesungguhnya tidak sesuai harapan.
“Seriuslah bekerja, utamanya dalam pengentasan kemiskinan di daerah ini, tidak hanya apload kiri kanan di WA, akan tetapi bagaimana data yang ada di OPD lengkap dan pelaksanaannya bagus di lapangan,” tegasnya.
Lanjut dia, selama ini Parigi Moutong selalu mendapatkan predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dan sangat sulit untuk mendapatkan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
“Padahal, mendapatkan WTP itu tidak susah, tinggal bagaimana OPD meminimalisir seluruh kegiatannya dengan data lengkap serta pertanggung jawaban yang sesuai tanpa ada temuan dari BPK,” ungkapnya.
Ia berharap, Parigi Moutong bisa mendapatkan predikat WTP “Saya minta kita perbaiki aset,” harapnya.
(asw/palu ekspres)






