PALU EKSPRES, PALU – PT PLN membentuk lembaga baru di area Palu. Lembaga itu bernama unit pelaksana pengatur distribusi (UP2D) operasi sistem (Opsis) 2. Dalam struktur, UP2D Opsis 2 berada dibawah naungan PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo (Suluttenggo).
UP2D Opsis 2 juga berkantor di Kantor PLN Area Palu, Jalan Kartini. Secara umum lembaga ini memiliki tiga fungsi utama dalam mendukung kehandalan jaringan PLN. Lembaga ini merupakan mitra kerja dari unit layanan pelanggan (ULP).
Manager UP2D Suluttenggo, Petrus Irwan Saputra, menjelaskan fungsi pertama adalah monitoring dan eksekusi jarak jauh. Sebagian sistem grid Sulteng menurutnya terkoneksi dengan sistem Scada. Sehingga untuk pemulihan dan monitor sistem dapat dikendalikan jarak jauh. Tanpa harus ada petugas datang ke lokasi gardu hubung, LBS atau recloser.
“Jadi ada sebuah operasional sistem jarak jauh yang dikendalikan langsung dari kantor UP2D,”jelas Petrus.
Kemudian dalam hal pemeliharaan peralatan. Menurutnya, operasi sistem UP2D dapat memastikan peralatan bekerja dengan baik dan tepat waktu.
Selain itu juga memiliki sistem proyeksi yang menjaga keamanan pembangkit dan trafo daya serta meminimalisir adanya pemadaman meluas akibat gangguan dari luar.
Selanjutnya kata Petrus, keberadaan UP2D Opsis dua juga sebagai mekanisme untuk memastikan kelancaran komunikasi antar unit dan komunikasi antar peralatan.
“UP2D kami dorong terbentuk di Palu agar pelayanan makin baik. Semoga ini juga membantu Sulteng kian bangkit,”jelasnya.
Struktur UP2D Opsis 2 Area Palu terdiri dari satu orang Manager, empat supervisor, enam dispacter dan lima personil pemeliharaan.
Peresmian kantor UP2D digelar sederhana di halaman Kantor PLN Area Palu.
Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Area Palu, Abbas Saleh turut memberi sambutan dalam peresmian itu. Pembentukan UP2D Opsis 2 Area Palu jelasnya merupakan salahsatu wujud pengembangan organisasi yang sesuai dengan kebutuhan.
Lembaga UP2D menurutnya sudah lama terbentuk di unit Suluttenggo. Namun karena kebutuhan, lembaga itu kemudian dikembangkan khusus untuk wilayah Sulteng.
“Ini tujuannya agar jaringan 20KV nantinya bisa lebih handal,”demikian Abbas Saleh.(mdi/palu ekspres)






