Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Pascbencana, IKM Palu Kesulitan Pasar Lokal

PALU EKSPRES, PALU – Sejumlah kendala industri kecil menengah (IKM) di Palu paska bencana mengemuka dalam forum Libu Ntodea Palu, Minggu 10 Maret 2019.

Kendala itu diantaranya kesulitan memasarkan hasil produk IKM serta ketersediaan bahan baku.

Hal itu diakui Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Palu, Setyo Susanto.

“Kesulitan bahan baku dipengaruhi karena kendala suplay dari luar Palu. Biayanya jadi mahal paska bencana ini,”kata Setyo.

Rincinya kata dia kemahalan bahan baku karena faktor transportasi.
Diakibatkan dwiling time bongkar muat di pelabuhan diperpanjang dari tiga hari menjadi tujuh hari.

“Demikian dengan proses tampung barang di gudang. Semua itu memicu naiknya biaya transportasi,”ujarnya.

Terkait pemasaran, kendala utama paska bencana terjadi karena bayaknya hotel yang terdampak. Tingkat kunjungan hotel menjadi rendah.
Sementara, market dari produk IKM selama ini ditopang dari kunjungan tamu tamu hotel yang datang ke Kota Palu. Baik itu berupa kegiatan kegiatan pemerintah maupun swasta.

“Ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Bagaimana caranya mendongkrak kembali tingkat kunjungan hotel,”jelasnya.

Kendala permodalan pun demikian.
Kebanyakan pelaku IKM masih memiliki kredit Perbankan. Saat ini posisi pelaku usaha, khususnya yang terdampak bencana masih harus menyelesaikan hutangnya.

Oleh karena itu,Setyo lebih jauh menjelaskan, untuk membuat geliat ekonomi perlu intervensi dari segala sisi. Modal usaha, pemasaran hingga promosi produk IKM.

“Kami di dinas koperasi mendorong pelatihan kewirausahaan,”ujarnya.

Setyo menambahkan, saat ini yang perlu digalakkan bagi pelaku IKM adalah kemampuan untuk memasarkan hasil produk secara online melalui media media sosial.  Karena jika berbicara soal kualitas produk, pelaku IKM Kota Palu pada dasarnya sudah cukup mumpuni.

“Hanya perlu meningkatkan kualitas kemasan,”paparnya.

Kendati demikian, Setyo mengaku akan sulit rasanya membangkitkan ekonomi pelaku IKM jika yang bergerak hanya pemerintah. Menurut dia usaha itu harus dilakukan bersama sama.

“Harus bergerak bersama. Pelaku IKM perlu meningkatkan kapasitas untuk bersaing dipasaran,”demikian Setyo.

(mdi/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital