PALU EKSPRES, PARIGI- Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Ahmad Saiful mengungkapkan, akan melaksanakan ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS) khusus di lima daerah yang terdampak bencana di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), seperti Kabupaten Sigi, Donggala, kota Palu dan Kabupaten Parimo.
Menurut dia, pelaksanaan ujian nantinya akan diawali oleh Kota Palu. Waktu pelaksanaanya dimulai pada tanggal 21 Maret 2019. Sedangkan untuk Parigi Moutong, pelaksanaanya pada tanggal 28 Maret 2019.
”Jadi untuk jelasnya tempat-tempat untuk peserta ujian CPNS Kabupaten Parimo itu akan dibagi tiga sesi,” kata Saiful yang ditemui di kantornya, Selasa 12 Maret 2019.
Dia mengatakan, hari ini atau paling lambat Rabu 13 Maret 2019, pihaknya akan mengumumkan nama peserta ujian CPNS Parimo yang akan mengikuti ujian selama tiga hari tersebut.
Lanjut dia, sebanyak 2.840 peserta CPNS Kabupaten Parimo yang lulus berkas. Tetapi kuota yang dibutuhkan kabupaten ini hanya 261 orang saja.
“Jadi hanya sekitar kurang lebih 9 persen yang diterima dari yang 2 ribu lebih itu,” ungkapnya.
Kabupaten Parimo sebut dia, membuka semua formasi, hanya saja ada kuota yang tidak ada peminat atau pelamarnya yakni, tenaga dokter. Sehingga pihaknya meminta kebijakan untuk merubah formasi tersebut. Dan itu kata dia tidak bisa sebab 20 kuota yang disiapkan untuk pelamar dokter itu, tidak ada terisi.
“Jadi kami mengalihkan ke tenaga teknis lain tetapi tidak bisa juga,” katanya.
Adapun mengenai kebijakan dalam hal melegalisir kartu ujian peserta CPNS Parimo, peserta diminta tidak lagi datang ke BKPSDM karena mengingat faktor jarak yang cukup jauh.
Sehingga diambil kebijakan akan melegalisir kartu ujian mereka pada saat ujian nanti pada tanggal 28 Maret 2019 nanti.
Sekaitan hal itu, pihaknya sudah menyiapkan stafnya untuk melegalisir kartu peserta ujian CPNS tersebut. Karena menurutnya para mendaftar banyak yang dari jauh. Bahkan, ada yang dari daerah Jawa yang mendaftar CPNS di Parimo.
“Untuk itulah kami memberikan kebijakan seperti itu. Dan penerimaan CPNS di Parimo tidak ada intervensi dari pihak manapun atau lobi-lobi, itu tidak ada sama sekali, penerimaan CPNS ini harus murni,” tegasnya.
(asw/palu ekspres)






