PALU EKSPRES, PALU – Jamaah Masjid Al Aqsha Kompleks BTN Bumi Roviga Palu,Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore Palu, hingga saat ini masih melaksanakan salat di sebuah masjid darurat yang dibangun secara swadaya.
Pasalnya, bangunan utama masjid yang biasanya digunakan hingga saat ini belum rampung. Masjid Al Aqsha merupakan satu dari sekian masjid yang rusak akibat gempa. Saat ini warga berusaha kembali mendirikan bangunan utama masjid.
Di masjid darurat tersebut, jika terjadi hujan, jemaah harus rela basah karena atap yang digunakan adalah seng bocor, sisa-sisa dari bangunan utama masjid.
Contohnya, Jumat 29 Maret 2019 kemarin. Jemaah kembali merasakan salat dalam keadaan basah akibat hujan sepanjang hari.
Imam masjid Al Aqsha, Zamrud kepada Palu Ekspres mengatakan, upaya membangun kembali bangunan utama masjid sudah dilakukan bersama warga sejak tiga bulan belakangan.
Namun kata dia, pekerjaan sedikit terlambat lantaran keterbatasan anggaran. Total yang anggaran yang dibutuhkan agar bangunan utama berdiri sedikitnya Rp200juta.
“Rehabilitasi sudah kami lakukan dengan anggaran dari swadaya masyarakat dan bantuan beberapa lembaga,”kata Zamrud, Jumat 29 Maret 2019.
Sejauh ini dalam catatannya, baru ada dua lembaga yang menyalurkan bantuan rehabilitasi. Yakni dari yayasan Jumat Berkah dan Bank Indonesia (BI). Akan tetapi Jumlah bantuan itu belum cukup menggenapi kebutuhan hingga masjid berdiri utuh.
“Kami estimasi, biaya yang dibutuhkan masih sekitar Rp70juta,”sebutnya.
Sejauh ini, proses rehabilitasi masjid sudah sampai pada tiang utama dan dinding masjid. Bila ada ketambahan bantuan anggaran, maka proses selanjutnya tinggal menyelesaikan rangka bagian atas termasuk atap.
“Tinggal bagian atas yang belum selesai,”katanya. Sejauh ini, pihaknya juga telah melaporkan kerusakan masjid Al Aqsha kepada pihak Dewan Masjid Indonesia (DMI). Namun hingga saat ini belum ada perkembangan mengenai usulan tersebut.
“Ya kita belum tau bagaimana selanjutnya. Semoga secepatnya ada realisasi,”pungkas Zamrud.
Ketua DMI Palu, Iqbal Andi Magga, menyatakan pihak DMI dan Bidang Prasaran Kementerian Agama (Kemenag) pada prinsipnya sudah mendata seluruh masjid di kota Palu yang rusak akibat bencana.
” Karena seluruh pengurus DMI daerah terdampak dimintai bantuan oleh depag untuk ikut mendata. Kami sudah melakukan pendataan selama 3 minggu saat pasca gempa,”kata Iqbal.
Iqbal mengaku akan meninjau langsung kondisi masjid tersebut untuk memastikan apakah masjid itu termasuk salahsatu masjid yang terdata sebelumnya.
Sebab dari hasil pendataan, tercatat sedikitnya 127 masjid yang rusak. 52 unit dengan kategori rusak berat, 15 rusak ringan dan sisanya rusak sedang.
“Seluruh data itu di-upload melalui kementerian agama kepada lembaga lembaga donor maupun lembaga BUMN untuk mendapat perhatian dan bantuan. Alhamdulilah telah ikut berpartisipasi beberapa lembaga utk merekonstruksi masjid masjid yang rusak tersebut,”ujarnya.
DMI sendiri menurutnya sudah membangun sekitar 42 masjid sementara untuk mengganti masjid- masjid yang rusak total di sekitar kota Palu. Dan saat ini beberapa masjid telah dibongkar karena akan dibangun masjid permanen di atasnya.
Terkait lembaga pendonor bantuan masjid yang telah difasilitasi DMI dan Kemenag, pihaknya lanjut Iqbal tidak lagi mengetahui. Karena lembaga pendonor biasanya berhubungan langsung dengan pengurus masjid jika ingin menyalurkan bantuan.
“Kami tidak terlibat secara langsung jika sudah terjadi hubungan antara lembaga pendonor dengan pengurus masjid yang akan dibangun,”sebutnya.
Sedikitnya sambung Iqbal, 40 lembaga telah tercatat menyalurkan bantuan rehabilitasi masjid yang difasilitasi bersama DMI dan Kemenag.
Namun begitu, mengenai dana bantuan rehabilitasi kerusakan masjid akibat bencana dari DMI pusat, Iqbal mengaku juga tidak mengetahuinya. Sebab dana tersebut diterima oleh pengurus DMI tingkat provinsi.
“Informasinya emang ada bantuan dari DMI Pusat. Silahkan cek ke DMI Propinsi apakah dana dana itu sudah disalurkan atau belum? saya agak alergi kalau berhubungan dengan uang masjid,”pungkasnya.
(mdi/palu ekspres)






