oleh

Jadi Ketua PN Jangan Kuasai Semua Perkara

FOTO BERSAMA; Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Palu bersama hakim tinggi PT Palu foto bersama Ketua PN Palu yang baru dilantik, Joko Dwi Atmoko, usai pelantikan Senin 16 Januari 2017. (foto: MARIA SANDIPU/PE)

PALU,PE -Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Palu, Ida Bagus Djagra SH MH melantik Joko Dwi Atmoko SH MH sebagai Ketua Pengadilan Negeri (PN) Tolitoli, Senin 16 Januari 2017.

Joko naik status dari Wakil Ketua PN Tolitoli menjadi Ketua PN setelah beberapa bulan menjabat sebagai Plt Ketua PN Tolitoli.
Pelantikan Joko dilangsungkan di aula lantai II, Pengadilan Tinggi (PT) Palu Senin pagi, sekira pukul 09.00 wita.

Kepada Joko, Ketua PT, Ida Bagus Djagra menyampaikan sejumlah wejangan dan nasehat terkait tugas dan tanggungjawab mantan hakim di PN Limboto, Gorontalo itu sebagai Ketua PN.

‘’Tidak semua orang mendapat kesempatan ini. Karena itu harus disyukuri dan dijalankan dengan bijak dan tanggungjawab,” tegas Djagra. Ketua PT pun mengingatkan kepada Joko agar sebagai pemegang kuasa di PN Tolitoli, Joko tetap rendah hati dan bijaksana terutama dalam pendistribusian perkara-perkara yang ditangani PN Tolitoli.

‘’Jangan jadi pemimpin yang arogan. Jangan karena ketua PN jadi semua perkara harus dipegang sendiri,” tekan mantan Hakim Tinggi di Palembang itu.

Djagra juga mengingatkan Joko agar menjaga nama baik institusi lembaga peradilan yang dipercayakan padanya. Djagra sedikit menyinggung soal kasus dugaan jual beli perkara yang disangkakan pada salah satu oknum Panitera PN Tolitoli belum lama ini yang sempat heboh diberitakan.

‘’Jagalah nama baik institusi. Saya sudah menjelaskan ini pada wartawan dan saya sudah mengambil sikap untuk menindaklanjuti hal itu. Saya harap, PN Tolitoli bisa ikut mewujudkan PN yang terakreditasi kelak dan excellent,” tekannya.

*Joko Mengaku Sempat Tertekan

Sementara, Ketua PN Tolitoli yang baru dilantik, Joko Dwi Atmoko dalam sepatah kata duanya saat pelantikan di PT Palu mengatakan dirinya sempat tertekan dan depresi lantaran dugaan kasus jual beli perkara yang diarahkan pada PN yang dipimpinnya.

“Tekanan dari media cukup kuat, dari LSM juga dari kelompok-kelompok yang menyoroti kasus itu,” curhatnya di hadapan Ketua PT, Hakim tinggi PT Palu dan segenap Ketua  PN dari tujuh PN se Sulteng serta staf dan jajaran PT dan PN yang hadir.

Dia menilai isu itu sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak yang memang sengaja ingin menjatuhkan kredibilitas dan nama baik PN Tolitoli serta hakim-hakim yang bertugas di sana.

‘’Tetapi, saya sudah memanggil semua wartawan dan menjelaskan kronologis kasus itu. Ini memang pukulan berat saat saya menjabat sebagai wakil Ketua PN disana yang sekaligus Plt Ketua PN Tolitoli,” ujarnya.

Karena itu, pada kesempatan itu secara pribadi, Joko menyampaikan terimakasihnya kepada Ketua PT Palu, Ida Bagus Djagra yang telah bijak dan sigap menangani kasus tersebut.

‘’Makasih untuk petuah dan nasehat dari pak Ketua PT. Sekecil apapun itu bermanfaat dan insya Allah akan kami laksanakan sebagai petunjuk dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Joko pun berjanji akan menjaga martabat dan nama baik institusi yang dipimpinnya sebagai amanah yang diamanatkan padanya saat ini. Usai pelantikan, para hakim tinggi beserta para Ketua dan Wakil Ketua PN se Sulteng mengikuti rapat yang digelar Ketua PT Ida Bagus Djagra di ruangan terpisah.

Rapat itu digelar tertutup dan membahas kinerja serta program kerja ke depannya PT dan PN-PN yang berada di bawah wilayah hukum PT Palu. (mrs)

News Feed