Senin, 10 Agustus 2026

Batal, Pengurangan Buruh Sampah

MEDIASI. Wakil Walikota Palu Sigit Purnomo Said (tengah) didampingi Kepala DTPH, Musliman Dg Malappa dalam mediasi petugas pengangkut sampah, di kantor walikota, Rabu 18 Januari 2017. (foto: HAMDI ANWAR)

PALU,PE- Pemkot Palu akhirnya membatalkan rencana pengurangan tenaga buruh pengangkut sampah di ?Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Sebagai gantinya, Pemkot hanya akan mengurangi jumlah retase angkutan dari yang sebelumnya sebanyak empat retase dalam sehari, menjadi tiga retase.

Dalam sekali retase atau pengangkutan sampah menuju tempat pembuangan akhir (TPA), petugas akan diberi upah Rp15ribu. Upah retase juga dinaikkan dari sebelumnya Rp12ribu. Dengan begitu, setiap hari, satu petugas akan mendapat upah Rp45ribu.
Sehingga dalam sebulan, jika dihitung 30hari, setiap petugas akan mendapat upah Rp1,350.000.

Hal itu dimufakati bersama antara Wakil Walikota Palu, Sigit Purnomo Said dan petugas pengangkut sampah, Rabu 18 Januari 2017 di kantor Walikota Palu. Seluruh buruh pengangkut menyatakan sepakat dengan solusi itu.

Wakil Walikota Palu, Sigit Purnomo Said alias Pasha mengatakan Pemkot sedianya memang akan mengurangi jumlah petugas pengangkut sampah sebanyak 17 orang. Hal itu menurutnya untuk menyesuaikan anggaran yang tersedia. “Sesungguhnya bukan dipecat, hanya kami mau pindahkan pada dinas-dinas lain yang membutuhkan tenaga kerja kontrak saja,”ungkap Pasha.

Pasha berharap dengan adanya kesepakatan itu seluruh petugas dapat kembali bekerja seperti sedia kala. Dengan solusi itu, kata Pasha, memang pendapatan petugas berkurang. Namun menurutnya karena ini telah disepakati bersama, maka para petugas tetap bisa bekerja maksimal.

“Ini tugas kita bersama dalam menjaga kebersihan kota. Apalagi kita akan banyak menggelar event-event besar tahun ini, kasihan kan kalau kota kita ini kotor,”harapnya.

Sementara itu Kepala DLHK Palu, Musliman Dg Malappa menjelaskan, sebelumnya, pihaknya akan memindahkan petugas pengangkut sebanyak 17 orang untuk didistribusikan pada dinas lain. Namun, di kalangan petugas merasa bingung untuk memilih orang-orang yang akan dipindahkan tersebut.

Dia menjelaskan, DLHK memiliki 40 unit truck pengangkut sampah. Namun sejauh ini hanya 39 unit diantaranya yang normal. Dari 39 unit, 17 unit berjenis truck amrol (container) dan 22 unit jenis truk dam.  setiap unit truck amrol mempekerjakan 5 orang petugas.

“Nah, 1 dari 5 petugas yang bekerja di truk amrol inilah yang rencananya kita mau kurangi untuk menyesuaikan anggaran yang tersedia,”jelasnya.

Sebelumnya jelas Musliman, jumlah retase yang ditetapkan yakni 4 kali dalam sehari. Untuk setiap retase petugas diupah Rp12ribu. Solusi pengurangan retase itu ungkap Musliman juga datang dari kalangan petugas sendiri. “Ini keinginan mereka sendiri, mereka menyarankan lebih baik retasenya yang dikurangi daripada jumlah petugas,”kata Musliman.

Rencana pengurangan petugas ini sebelumnya diprotes petugas angkut sampah dengan melakukan aksi mogok kerja. Mereka memarkirkan seluruh truck di halaman kantor walikota mulai Selasa 17 hingga Rabu 18 Januari 2017.(mdi)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization