H. Arifin. Foto: Dok. PE
PALU EKSPRES, PALU – Jemaah Calon Haji (JCH) asal Sulteng yang akan berangkat menuju tanah suci pada musim haji 1440 H/2019 M, disebut kemungkinan akan mengalami perubahan pembagian kelompok terbang (kloter). Sebagaimana diketahui, JCH asal Sulteng tahun ini yang berjumlah 2.250 jemaah akan mendapatkan jatah 5 kloter penuh yang tergabung dalam Embarkasi Haji Balikpapan.
Kepala Seksi Pendaftaran dan Dokumentasi Haji Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, H. Arifin menyebutkan, Kemenag telah mengeluarkan informasi awal terkait rencana perubahan tersebut. Jika pada tahun-tahun sebelumnya JCH asal Sulteng berada pada kloter 5, 6, 7, 8 dan 9 BPN, maka pada tahun ini JCH asal Sulteng tergabung dalam kloter 7, 8, 9, 10 dan 11 BPN.
Perubahan tersebut, disebutkan H. Arifin, karena adanya penambahan kuota haji Indonesia pada tahun ini yakni sebanyak 10 ribu jemaah. Efek dari penambahan kuota tersebut adalah adanya penambahan kloter secara nasional, dan perubahan jadwal pemberangkatan di beberapa daerah.
“Penambahan kloter ini memengaruhi waktu penerbangan atau keberangkatan jemaah. Kalau di Sulteng kemungkinan perubahan kloter, dari sebelumnya kloter pertama adalah kloter BPN-5 dan terakhir kloter BPN-9, berubah menjadi kloter BPN-7 yang pertama dan kloter BPN-11 yang terakhir,” kata Arifin, saat dihubungi, Rabu 26 Juni 2019.
Meski terdapat perubahan kloter, namun jadwal masuk Asrama Haji transit Palu bagi para jemaah asal Sulteng disebut H. Arifin kemungkinan besar tidak mengalami perubahan. Untuk kloter pertama (BPN-7) dijadwalkan akan masuk asrama pada 24 Juli 2019, dan kloter terakhir pada tanggal 28 Juli 2019.
Sedangkan jadwal sementara pemberangkatan BPN-7 dari Palu menuju Balikpapan pada tanggal 25 Juli 2019, dan kloter terakhir yakni BPN-11 berangkat menuju Balikpapan pada 29 Juli 2019. Untuk kepulangan dari tanah suci, dijadwalkan kloter BPN-7 akan tiba di Balikpapan pada 6 September 2019 dan kloter terakhir (11-BPN) tiba di Balikpapan pada 11 September 2019.
“Untuk jadwal tetap penerbangannya akan disampaikan kemudian, menunggu penetapan hasil rapat pemantapan kloter pada Kamis 27 Juni 2019 di Jakarta,” tandas Arifin. (abr/palu ekspres)






