PALU EKSPRES, PALU– Pemerintah kembali mengapresiasi para individu, keluarga, tokoh masyarakat, mitra kerja, maupun kepala daerah yang berkomitmen mendukung program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).
Apresiasi pemerintah diberikan dalam bentuk penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK), Wira Karya Kencana (WKK), Dharma Karya Kencana (DKK), Cipta Karya Kencana (CKK) dan Kampung KB percontohan terbaik.
Untuk wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) penghargaan MKK diberikan Kepada Bupati Tolitoli, Ketua TP.PKK Tojo Una Una, Sigi dan Morowali Utara.
Sedangkan Penghargaan DKK diberikan kepada Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng dan Wakil Bupati Tojo Una Una.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Tenny C Soriton menyatakan penghargaan itu merupakan motivasi bagi stake holder untuk terus mendukung program KKBPK di wilayah masing-masing.
“Tidak berarti kerja kita selesai. Tetapi justru menjadi komitmen untuk terus memajukan program kependudukan, KB, dan pembangunan keluarga,”sebut Tenny.
Penerima penghargaan menurut dia dinilai berhasil dalam dua aspek. Pertama dukungan da komitmen serta capaian dan aspek program KKBPK.
“Ada penilaian yang sebelumnya dilakukan terhadap dua aspek itu. Kemudian telah melalui proses peninjauan lapangan dari tim BKKBN,”jelas Tenny.
Proses penyerahan penghargaan dirangkai dalam kegiatan malam temu prestasi dalam rangka hari keluarga Nasional (Harganas) ke XXVI di Mahligai Pancasila, Banjarmasin Kalimantan Selatan,Jumat malam 5 Juli 2019.
Pengarahan diberikan langsung Kepala BKKBN RI, Hasto.
“Terima kasih atas segala komitmen Saudara. Saya harap penghargaan ini akan menjadi pemicu semangat untuk terus memberikan dukungan terhadap Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan yang tidak kalah pentingnya yaitu Pembangunan Keluarga,” ujar Hasto dalam sambutannya.
Hasto kemudian mengingatkan kembali tentang pentingnya keluarga bagi pembangunan bangsa sebagai wahana untuk memenuhi kebutuhan “asah, asih, dan asuh.”
Keluarga kata dia menjadi ajang yang paling sempurna untuk menanamkan ketiga nilai karakter manusia Indonesia. Yaitu integritas, etos kerja, dan gotong royong .
“Nilai yang harus dibangun sejak dini, sejak kehamilan, kelahiran, dan masa tumbuh kembang anak demi mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga kecil bahagia sejahtera,”demikian Hasto.(**/mdi)






