Hj. Saiyah, penyintas Shelter Lere ini merupakan salah satu mitra binaan Dinas Keluatan Sulawesi Tengah yang memproduksi bandeng bebas duri melalui usaha Iyam Mandiri dikunjungi Kadis DKP Sulteng Hasanuddin Atjo. Foto: Istimewa
PALU EKSPRES, PALU– Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Tengah, Dr. Hasanuddin Atjo berkunjung ke hunian sementara (Huntara) di Shelter Lere Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Rabu (10/7/2019). Kunjungan tersebut untuk melihat dari dekat geliat ekonomi di Huntara yang dihuni 205 kepala keluarga (KK) itu.
Saat kunjungan, Hasanuddin Atjo didampingi Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, Suprapti; Kepala Bidang Budidaya DKP Sulteng, Yumber Bamba dan Kepala Laboratorium Pengujian dan Pengolahan Mutu Hasil Perikanan, Agung Kastono.
Salah seorang penyintas di Shelter Lere yang dikunjungi rombongan Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng adalah Hj. Saiyah. Penyintas ini merupakan salah satu mitra binaan Dinas Keluatan Sulawesi Tengah yang memproduksi bandeng bebas duri melalui usaha Iyam Mandiri.
Menurut Atjo, kunjungan ini berkaitan dengan penyusunan rencana aksi Skenario Pemberdayaan di Pasigala pascabencana September 2018, dimana sebelumnya ia bersama jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah melakukan kunjungan ke Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala.
Atjo juga mengatakan di Sigi akan difokuskan ke budidaya ikan air tawar. Sedangkan di Kabupaten Donggala difokuskan bagi nelayan skala kecil. “Sementara untuk kota Palu difokuskan ke usaha pengolahan dan jasa pemasaran hasil perikanan,” kata Atjo.
Rencana Aksi ini tambahnya, akan menjadi pedoman dalam upaya meningkatkan geliat ekonomi pascabencana September 2018 di Pasigala, khususnya bagi wilayah dan masyarakat terdampak dari subsektor Perikanan.
Sebelumnya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah Dr Hasanuddin Atjo mengunjungi Kabupaten Sigi yang merupakan salah satu sentra produksi budidaya ikan air tawar yang terdampak parah akibat bencana 28 September 2018. Sebagian kolam ikan di wilayah itu kering karena permukaan air tanah (water table) turun.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Tengah (Sulteng) membuat inovasi kolam percontohan hemat air, yaitu dengan membuat kolam tanah yang dilapisi plastik di atasnya dilengkapi kincir mini.
Kadis Kelautan dan Perikanan Sulteng, Hasanuddin Atjo, Jumat (5/7/2019) mengatakan, intervensi inovasi teknologi kolam percontohan ini diharap bisa kembali meningkatkan produksi dan ketersediaan ikan hasil budidaya air tawar di Kabupaten Sigi, sekaligus meningkatkan pendapatan petambak.
Atjo mengatakan, kolam percontohan serupa akan dibuat di hunian tetap atau Huntap para penyintas korban bencana 28 September 2018.
Pada tahap awal ini katanya, ada 3 kelompok yang akan disiapkan untuk dibina, dengan harapan nantinya mereka akan membudidayakan ikan nila dan mas. Namun untuk langkah awal ini lebih difokuskan pada pengembangan budidaya ikan Nila karena penggemar ikan jenis ini dianggap lebih banyak.
“Kolamnya sudah ada, tinggal dirapikan kemudian dilapisi terpal orchid (ex Korea). Daya tahan terpal ini 3 hingga 4 tahun,” ujarnya.
Kepada wartawan, Hasanuddin Atjo menunjukkan kolam percontohan tersebut yang menggunakan kincir mini. Harapannya, pertama masyarakat lainnya bisa melihat dan belajar. Kedua, program bantuan lainnya bisa mencontoh, dan ketiga, lembaga keuangan dapat mempertimbangkan sebagai peluang bisnis pascabencana. (*/fit/palu ekpsres)






