RAPAT – Rapat Pansus DPRD Palu tentang Ranperda pertanggungjawaban APBD 2018, Jumat 12 Juli 2019. Foto: HAMDI ANWAR/PE
PALU EKSPRES, PALU – Penyertaan modal ke Bank Pembangunan Daerah (BPD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi salahsatu materi pembahasan panitia khusus (Pansus) DPRD Palu tentang Ranperda pertanggungjawaban APBD tahun 2018.
Selain itu, dalam rapat Pansus yang digelar Jumat 12 Juli 2019 pekan lalu ini sejumlah anggota juga meminta penjelasan terkait penyertaan modal lainnya yang dilaksanakan dalam APBD tahun 2018.
Anggota Pansus, Armin, dalam kesempatan itu mengemukakan usulannya agar tahun 2019 Pemkot menambah alokasi anggaran untuk penyertaan modal ke BPD Sulteng.
Sebab untuk beberapa tahun belakangan, nilai penyertaan tidak pernah bertambah.
“Kalau saya liat ini setiap tahun nilainya cuma Rp15milyar saja,”kata Armin.
Armin berhemat, BPD merupakan bank milik daerah yang juga harus dikembangkan bersama. Agar manfaatnya bisa dirasakan bersama masyarakat Sulteng. Utamanya kalangan legislatif dan eksekutif.
“Mungkin kita-kita ini anggota DPRD bisa ambil pinjaman dana kredit di bank daerah itu,”tandasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keunagan dan Aset Daerah, Irmawati Alkaf menjelaskan, alokasi dana penyertaan modal APBD Palu tahun 2018 antara lain kepada PT BPD sebesar Rp15milyar. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Palu sebesar Rp16milyar dan kepada PT Citra Nuansa Elok (CNE) sebesar Rp21milyar. (mdi/palu ekspres)






