PALU EKSPRES, PALU– Wali Kota Palu akhirnya menarik dr Royke Abraham dari jabatan kepala dinas kesehatan untuk ditempatkan sebagai Staf Ahli Bidang Infrastruktur dan Lingkungan.
Royke sebelumnya mengalami gangguan kesehatan sehingga tak dapat menjalankan tugas sejak Agustus 2018 silam.
Untuk mengoptimalkan kinerja dinas kesehatan, Wali Kota Palu menunjuk sementara dr Huzaema sebagai pelaksana tugas (Plt) kepala dinas.
Pelantikan digelar Jumat 9 Agustus 2019. Selain Royke, wali kota juga melantik Ansyar Sutiadi sebagai kepala dinas pendidikan dan kebudayaan dalam jajaran pejabat tinggi pertama eselon II b. Namun pelantikan Ansyar dilakukan hanya karena adanya perubahan nomenklatur dinas pendidikan yang kini menjadi dinas pendidikan dan kebudayaan.
Selain eselon II b, Hidayat juga melantik 250 pejabat dalam jabatan administrator eselon III a dan III b serta jabatan pengawasan eselon IV a dan IV b.
Pada tataran eselon III a, beberapa pejabat mengalami rotasi. Misalnya Kepala Bagian Humas Setda Palu, Yohan Wahyudi yang ditempatkan sebagai kepala bagian (Kabag) Persidangan Sekretariat DPRD Palu. Menggantikan Trisno Yunianto.
Trisno Yunianto selanjutnya mengisi jabatan sekretaris satuan polisi pamong praja menggantikan Nathan Pagasongan. Sementara Nathan ditempatkan dalam jabatan sekretaris dinas kearsipan dan perpustakaan.
Kabag Humas sendiri saat ini diisi oleh Goenawan yang sebelumnya menjabat sekretaris dinas pariwisata. Posisi Goenawan selanjutnya diisi Alimuddin.
Berikutnya Walawaty ditempatkan sebagai sekretaris dinas sosial, Herlina, sekretaris dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Fathi sebagai wakil direktur umum dan keuangan pada UPTD RSU Anutapura Palu serta drg Herry sebagai wakil direktur pelayanan RSU Anutapura Palu.
Hidayat mengatakan, pelantikan dilakukan dengan tiga alasan. Pertama pengisian jabatan yang kosong atau lowong sekian lama, perubahan nomenklatur di tiga instansi antara lain RSUD Anutapura Palu, Disdikbud Palu, dan Dinas Pariwisata kota Palu.
“Selain juga karena adanya pergeseran atau mutasi jabatan secara vertikal maupun horizontal,” kata Hidayat dalam sambutannya.
Ia berharap pejabat bisa menyusun uraian tugas jabatannya masing-masing. Untuk mendukung dan menyukseskan mi misi rasionalisasi birokrasi yang meliputi jabatan, tata laksana, dan sumber daya manusia.
Kepada pimpinan OPD, Lurah, maupun Camat Hidayat menginbau untuk segera melakukan kajian tugas pokok dan dungsi (Tupoksi) agar dapat melihat jumlah pegawai yang kurang dan yang harus di tambah.
“Dengan pengisian jabatan lowong ini, diharap segera menyelesaikan tugas-tugas yang ada. Apalagi kita sudah masuk triwulan tiga yang serapan anggaran masih kurang,”demikian Hidayat.(mdi/palu ekspres)






