Minggu, 5 April 2026
Daerah  

35 Tim Ikut Lomba Panjat Pohon Kelapa di Parimo

PANJAT POHON KELAPA – Peserta saat memanjat pohon kelapa pada lomba panjat pohon kelapa di Desa Bamabalemo Kecamatan Parigi. Selasa (27/8/2019). Foto : ASWADIN/PE

PALU EKSPRES, PARIGI– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong menggelar lomba panjat pohon kelapa, berlangsung di Dusun 2 Desa Bambalemo, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Selasa, 27 Agustus 2019.

Kegiatan lomba panjat pohon kelapa tersebut rencananya digelar selama tiga hari yakni, mulai 27 hingga 29 Agustus 2019, diikuti oleh peserta dari sejumlah Kecamatan di wilayah Kabupaten Parigi Moutong dengan total bonus yang di perebutkan senilai Rp 20 juta.

Dalam satu Kecamatan mengikutkan lima tim. Dan, satu tim terdiri empat orang. Selain tim panjat kelapa dari Parimo, tim panjat kelapa dari Kabupaten Sigi juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Ketua panitia lomba panjat kelapa tingkat Kabupaten Parigi Moutong, Revi Tilaar mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan atas ide Bupati Parigi Moutong karena melihat semangat para pemanjat kelapa saat ini sudah mulai menurun.

“Karena Pak Bupati melihat semangat pemanjat kelapa di Parimo mulai turun, seiring turunnya harga kopra. Sehingga, beliau berinisiatif untuk menggelar lomba panjat pohon kelapa di Parimo ini, dan diikuti sebanyak 35 tim,” ujarnya.

Selain itu, kehidupan para pemanjat kelapa masih berada di bawah garis kemiskinan.
“Jadi untuk mengangkat derajat mereka agar supaya ekonomi mereka menjadi kuat,” ujarnya.

Dia mengatakan, tujuan kegiatan ini dilaksanakan untuk mempromosikan ke wisatawan yang ada di Indonesia maupun luar Negeri untuk berkunjung ke daerah Parigi Moutong.
“Jadi lomba ini merupakan pertama kali di gelar di Indonesia, tujaunnya untuk menarik minat turis domestik berkunjung ke sini,” ungkapnya.

Menurut dia, kegiatan panjat pohon kelapa akan terus dilaksanakan di setiap tahunnya di Parigi Moutong.

Semua peserta yang ikut kegiatan lomba panjat pohon kelapa tambahnya, mendapat asuransi.
“Jadi kami bayar asuransi ke BPJS Ketenagakerjaan supaya menjamin kalau terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan, maka itu langsung ditangani oleh pihak RSUD Anuntaloko Parigi dan Puskesmas untuk di rawat,” jelasnya.(asw/palu ekspres)