RAPAT – Wali Kota Palu Hidayat memimpin rapat koordinasi terkait progres pemulihan bencana, Selasa 27 Agustus 2019. Foto: Foto Humas Pemkot Palu.
PALU EKSPRES, PALU– Kehadiran lembaga kemanusiaan non goverment organization (NGO) maupun organisasi penyalur bantuan cukup memberi kontribusi dalam proses pemulihan bencana di Kota Palu.
Lembaga lembaga ini datang membantu pemerintah setempat dalam masa tanggap darurat. Menyalurkan logistik, mendirikan hunian sementara bahkan hingga merancang upaya pemberdayaan penyintas.
Namun begitu banyak lembaga dan organisasi tersebut tidak berkoordinasi dengan pemerintah setempat.
Utamanya menyangkut pelaporan jumlah bantuan, lokasi penyaluran termasuk data penerima bantuan.
Hal ini kerap menyebabkan penyintas terdata dua kali untuk kepentingan penyaluran bantuan.
Kondisi demikian diharapkan tidak terjadi lagi dalam masa rehabilitasi dan rekonstruksi (RR) yang saat ini sedang berjalan.
Terkait hal itu, Wali Kota Palu Hidayat menenkankan agar para NGO dalam masa RR saat ini harus bisa bersinergi dengan Pemkot Palu. Menyampaikan progres pembangunan hunian sementara (Huntara) secara rutin ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palu.
“Dalam hal list pelaporan sudah sejauh mana kondisi di lapangan. Ini harus terus dilaporkan ke BPBD,”kata Hidayat dalam rapat koordinasi yang dihadiri sejumlah NGO, Selasa 27 Agustus 2019 di kantor wali Kota Palu
Wali kota juga berharap koordinasi yang nantinya bukan sebatas koordinasi ke tingkat pemerintah kecamatan maupun kelurahan.
Melainkan ke BPBD sebabai leading sektor masa RR.
“Dan BPBD adalah pihak yang lebih berkompeten dalam hal ini,”sebutnya.
Hidayat dalam kesempatan itu bahkan menawarkan NGO untuk berkantor di kompleks kantor wali kota. Dengan begitu proses koordinasi lebih cepat dan mudah dilakukan.
Dibagian lain Hidayat menegaskan pihaknya akan mulai bertindak tegas bagi penyintas yang hanya memanfaatkan Huntara untuk mendapat bantuan jatah hidup. Yang hanya sekedar mengambil kunci bilik Huntara tapi tidak menempatinya.
“Nanti ada bantuan baru mereka masuk. Untuk itu kami telah ambil langkah tegas dengan mengambil alih bilik huntara yang tidak ditempati tersebut dan diserahkan kepada warga yang lebih membutuhkan,”pungkasnya.(mdi/palu ekspres)






