Jumat, 15 Mei 2026
Daerah  

Masjid Khadijah dan Makan Siang nan Menggugah Selera

JUMAT  yang agak teduh. Almanak menunjuk pada 30 Agustus 2019. Selepas dari Aljuneid MRT Station, saya berjalan kaki mencari Masjid Khadijah. Masjid tua ini berlokasi di Geylang Road, di wilayah bagian tengah Singapura.

Waktu sudah menunjukkan pukul 13.15 Waktu Singapura. Sebentar lagi khatib akan naik mimbar untuk berkutbah.

Saya bergegas mengejar waktu. Mengandalkan aplikasi Google Maps saya menuju Masjid ini. Bisa jadi ada jalan pintas, tapi Google Maps menunjukkan jalan utama. Saya mengikuti saja. Sebab baru kali ini saya ke sini.

Akhirnya, saya pun sampai tepat waktu. Setelah berwudhu, saya mengambil gelas plastik dan mengambil syrup dari dispenser. Minuman ini memang disediakan gratis oleh pengurus Masjid.

Singkat kata, salat Jumat pun usai. Ini saat yang ditunggu para jamaah Masjid Khadijah. Makanan enak nan menggugah selera dan sirup manis yang menyejukan tenggorokan sudah menunggu. Makanan dan minuman ini gratis loh. Ini dimasak sendiri dan disediakan oleh pengurus Masjid. Ada kebuli dengan daging ayam dan sapi. Ada bubur pula disediakan.

Di Singapura, kebuli lebih mirip Briyani. Itu olahan nasi khas India. Isinya bisa daging ayam, sapi atau kambing dengan campuran rempah dan sayuran. Sungguh menggugah selera.

Saya beruntung, karena dapat makan bersama dalam satu baki dengan para tetua yang juga pengurus Masjid ini. Makanan yang dimasak oleh Abdul Wahab (67) ini menjadi bertambah nikmat rasanya. Makan secara Sunnah kata para Ustadz.

Saya makan bersama Ustadz Haji Yusuf Ben Alin, Ustadz Abdul Manan dan Ustadz Haji Mohamed Nuh. Sebelumnya, saya memperkenalkan nama; “Saya Mohammad Jafar Bua dari Indonesia.” Ustadz Nuh pun menuangkan saya segelas sirup manis.

Sungguh kian terasa nikmat makanan ini. Apalagi kemudian Sang Koki, Abdul Wahab turut bersama kami. Ia bilang; “Makanan ini disiapkan pagi hari. Buburnya juga sudah dimasak sejak pukul 08.00.”

Menurut Wahab, ia membelanjakan sekira S$ 250 buat bahan makanannya. Itu cukup untuk memberi makan 300-an orang. Tiap Jumat ia memasak dan menyediakan makanan dibantu oleh beberapa orang lainnya. Ada tenda besar dengan dua meja panjang disediakan di samping kanan masjid untuk tempat orang makan.

Sungguh, saya merasakan pengalaman yang istimewa. Makan sebaki seusai salat seperti itu biasa saya lihat di Masjid Jamaah Tabliq di Jalan Mangga, Palu Barat, Sulawesi Tengah. Saya juga pernah makan sebaki dengan para Jamaah di Musala SPBU Bunde, Sampaga, Mamuju, Sulawesi Barat dalam perjalanan dari Makassar ke Palu.

Kali ini saya makan di halaman samping Masjid Khadijah yang penuh kisah kedermawanan seorang pedagang perempuan India. Namanya Khadijah Binte Mohammed. Pada 1915, ia membuat wasiat untuk membangun masjid itu. Namun, sebelum ia sempat melihatnya, Ia meninggal dunia. Kerabatnya melanjutkan niatnya itu. Bermula dari sumbangan sebesar S $54.521 dimulakan pembangunan masjid ini pada 1920.

Mengutip situs jejaring roots.sg di bawah National Heritage Board, Singapura, elemen-elemen arsitektur dipengaruhi oleh Kuil Nagore di Ajmeere India. Di dalam masjid sejumlah lampu kristal gantung menghiasi langit-langitnya. Setengah dindingnya bergambar ornamen laiknya kuil. Jendela sampingnya dari kaca tempa berwarna-warni. Masjid ini mampu menampung 500 jamaah.

Masjid sekarang ditetapkan sebagai salah satu cagar konservasi oleh Urban Redevelopment Authority (URA). Lantai kedua Gedung Auditorium adalah rumah bagi Kelompok Rehabilitasi Agama – Religious Rehabilitation Group (RRG).

Natasha Ann Zachariah, jurnalis perempuan di The Straits Times, surat kabar harian berbahasa Inggris di Singapura menyebut masjid ini sebagai; “Hadiah yang Tak Biasa.” Ya, Khadijah Binte Mohamed memang “menghadiahkan” hartanya buat pembangunan Masjid ini untuk komunitas Muslim di Geylang. *

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan