Jumat, 15 Mei 2026

BPS Warning, Inflasi Kota Palu Masih Berpotensi Melebihi Target

PALU EKSPRES, PALU– BPS Provinsi Sulawesi Tengah mengingatkan Pemerintah Daerah Provinsi Sulteng, khususnya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) segera membuat langkah antisipatif agar inflasi akhir tahun tak melampaui target. Warning tersebut disampaikan Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulteng, G.A. Nasser pada paparan rilis BPS mendampingi Kepala BPS Sulteng, Faisal Anwar, Senin (2/9/2019) di kantor BPS Sulteng.

Nasser menjelaskan, berdasarkan pergerakan laju inflasi tiga bulan terakhir ini yang menunjukkan pergerakan naik, menggambarkan inflasi pada bulan depan (September 2019) masih berpeluang terjadi. “Jadi melihat pergerakannya, berpotensi terjadi inflasi pada bulan berikutnya dan ini bisa mempengaruhi target inflasi Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, yakni pulus minus 3,5,” kata Nasser.

Menurut Nasser, walau laju inflasi saat ini pada angka 1,7 persen tapi tiga bulan kedepan masih ada momen-momen penting yang bisa mendongkrak laju inflasi. Di antaranya, natal dan tahun baru. “Musim kering yang melanda Sulawesi Tengah saat ini bisa mempengaruhi hasil panen petani, dan ini sangat berpengaruh terhadap inflasi di daerah ini,” ujarnya.

Namun secara umum, inflasi bulan Agustus 2019 di Kota Palu masih tergolong terkendali walau angka inflasi masih di atas rata-rata nasional.

Sementara itu, Kepala BPS Sulawesi Tengah, Faisal Anwar mengatakan, Selama Agustus 2019, Kota Palu mengalami inflasi sebesar 0,31 persen. Lima komoditas utama penyebab inflasi di daerah ini, adalah Cabe Rawit 0,23 persen, Ikan Kembung 0,23 persen, Ikan Ekor Kuning 0,22 persen, Ikan Cakalang 0,10 persen dan Ikan Layang 0,007 persen.

Faisal mengatakan, inflasi pada Bulan Agustus 2019 juga dipengaruhi naiknya indeks harga yang terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 2,78 persen, diikuti oleh kelompok sandang 0,86 persen; pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,23 persen; makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,13 persen, serta perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,07 persen.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks harga kata Faisal, adalah kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 2,01 persen serta kelompok kesehatan sebesar 0,04 persen. Pada periode yang sama tambahnya, inflasi year on year (yoy) Kota Palu mencapai 4,79 persen. Kenaikan indeks year on year tertinggi terjadi pada kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 7,56 persen, sedangkan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami kenaikan indeks terendah sebesar 3,42 persen.

Inflasi Kota Palu sebesar 0,31 persen menurut Faisal, karena andil kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 0,58 persen; kelompok sandang sebesar 0,04 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,03 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,01 persen; serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,01 persen.
“Sementara kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan memberikan andil negatif terhadap inflasi sebesar 0,36 persen, sedangkan kelompok kesehatan turut memberikan andil negatif di bawah 0,01 persen,” kata Faisal.

Beberapa komoditas utama yang memiliki andil terhadap inflasi kata Faisal, antara lain cabai rawit sebesar 0,23 persen, ikan kembung sebesar 0,23 persen, ikan ekor kuning sebesar 0,22 persen, ikan cakalang 0,10 persen, ikan layang 0,07 persen, ikan kakap merah 0,05 persen, cabai merah 0,04 persen, emas perhiasan 0,03 persen, tahu mentah 0,03 persen, dan semangka 0,02 persen.

Sedangkan beberapa komoditas yang memiliki andil negatif terhadap inflasi adalah tarif angkutan udara sebesar 0,37 persen, tomat buah 0,11 persen, ikan selar 0,08 persen, ayam hidup 0,07 persen, kangkung 0,05 persen, bayam 0,05 persen, ikan teri segar 0,03 persen, ikan teri kering 0,03 persen, sawi hijau 0,03 persen, dan bawang merah 0,03 persen. (fit/palu ekspres)

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan