PALU EKSPRES, PALU– Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tengah menginisasi pelaksanaan hari santri nasional ke 5 tahun 2019 dengan sejumlah kegiatan menarik.
Hari santri nasional tingkat Provinsi Sulteng rencananya akan digelar 24 sampai 27 Oktober tahun 2019. Dalam agendanya, 24 sampai 26 Oktober, kegiatan akan dipusatkan di komplek Hutan Kota Kaombona. Dengan kegiatan antara lain pelatihan bermedsos, lomba rebana, video pendek profil pondok pesantren, jeppeng, futsal dan bersanji.
Hari santri nasional ini akan ditutup pada 27 Oktober 2019 di lapangan vatulemo Palu dengan apel akbar santri, pembacaan deklarasi santri serta jalan santai berhadiah.
Ketua DPW PKB Sulteng, Amin Taher menyatakan, peserta kemah hari santri nasional ini berasal dari seluruh pondok pesantren yang di kabupaten dan kota se Sulteng. Sejauh ini peserta yang terkonfirmasi sebanyak 30 dari 50 pondok pesantren.
Mobilisasi para santri dari pondok pesantren kabupaten kota nantinya akan difasilitasi seluruh pengurus DPC PKB kabupaten dan kota.
Menurut dia, hari santri nasional jatuh pada 22 Oktober. Yang notabene menjadi waktu pencanangan hari santri yakni 22 Oktober 2015 silam. Kata dia, hari santri nasional sebenarnya sudah digelar secara rutin di sejumlah provinsi di Pulau Jawa.
Inisiatif pelaksanaan hari santri tingkat provinsi Sulteng menurutnya adalah semangat untuk menyongsong lahirnya Undang-Undang tentang pondok pesantren. Sebuah rancangan undang-undang yang diinisiasi PKB.
“Kami ingin ambil peran dalam momentum tersebut,”ujarnya.
Sebab dalam internal PKB, ketua umum PKB, Muhaimin Iskandar telah didaulat menjadi panglima santri. Dimana Muhaimin memang kebetulan adalah keturunan kiayi dan konsentrasi terhadap upaya pengembangan pondok pesantren.
“Keturunan kiyai dan Intens terhadap perjuangan santri. Contohnya usaha meloloskan UU tentang pesantren. Dan ini kami klaim kerja kerja politik PKB,”sebutnya.
Menurutnya hari santri tingkat Sulteng akan diupayakan menjadi rutinitas tahunan DPW PKB Sulteng. Karena itu, seluruh cabang lomba dalam hari santri yang akan digelar nantinya dibuat model piala bergilir.
Dia menambahkan, kehidupan pondok pesantren di Sulawesi Tengah saat ini cukup memprihatinkan dari sisi jumlahnya. Terlebih adanya tengarai pondok pesantren menjadi wadah doktrinasi faham bergaris keras. Disaat bersamaan negara belum memberi posisi yang memadai terhadap keberadaan pondok pesantren.
“Pondok pesantren belum dapat posisis proporsional dari negara. Padahal pendiri negeri initak lepas peran santri. Contohnya resolusi Jihad yang digagas kyai Hasyim Ashari. Sebagai pendiri negara,”katanya.
Karena itu, status dan eksistensi pondok pesantren nantinya bisa diperkuat dengan lahirnya UU pesantren tersebut.
UU itupun jelasnya bisa memperkuat posisi pesantren agar mendapat tempat di Indonesia.Mendorong bagaimana agar posisi pesantren sejajar dengan lembaga pendidikan formal.
“Momentun hari santri akan memprkuat silaturahim sekaligus ajang penggalian bakat dan potensi santri. Kami ingin berpesan kepada publik, bahwa santri ini urusan bersama bukan cuma urusan segelintir organisasi,”demikian Amin Taher.
Ketua Panitia Hari Santri Nasional Tingkat Sulteng, H Nanang menjelaskan, pihaknya telah siap untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
Adapun agendanya kata dia, dimuali dengan kemah santri pada 24 sampai 26 Oktober. Dilanjutkan apel Akbar dan jalan santai pada Minggu 27 Oktober. Rencananya apel Akbar ini akan dihadiri langsung Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar sebagai panglima santri.
“Sudah kami komunikasi dengan pihak penyedia lokasi. Dan kegiatan ini terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat untuk bisa terlibat khususnya dalam kegiatan jalan santai,”sebutnya.
Di kegiatan jalan santai, panitia menyediakan sejumlah paket door prize menarik. Yakni perjalanan umroh, sepeda motor dan puluhan hadiah menarik lainnya.
Ahmad Sobariadi, wakil ketua panitia, menggaris bawahi terkait lomba bermedsos.Menurit dia, pihaknya ingin mendorong santri agar bisa memanfaatkan medsos sebagai ladang pencaharian. Sekaligus mendekatkan Medsos sebagai wadah untuk menyebarkan kebaikan. Terlebih saat ini medsos banyak disalahgunakan para netizen.
“Semangatnya agar santri tidak ikut menyalahgunakan media sosial,”katanya.
Dia menambahkan, hari santri nasional di Pulau Jawa sudah menjadi momentum disetiap daerah. Yang digelar setiap tahun dengan meriah.
Penyelenggaraan hari santri pun lanjutnya merupakan komitmen PKB sekaligus upaya sosialisasi akan pencalonan Muhaimin Iskandar untun menjadi calon Presiden tahun 2024 mendatang.
“Ini komitmen PKB untuk pencalonan Muhaimin Iskandar,”pungkasnya.(mdi/palu ekspres)






