Minggu, 5 April 2026
Daerah  

139 KPM di Parimo Mengundurkan Diri dengan Sukarela

PALU EKSPRES, PARIGI– Dari 27 ribu yang masuk dalam Program Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Parigi Moutomg (Parimo), sebanyak 139 Keluarga menyatakan mengundurkan diri secara sukarela dan penuh kesadaran dari program bantuan sosial Kementerian Sosial tersebut.

Keberanian untuk keluar sebagai KPM PKH itu membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parimo memberikan apresiasi berupa sertifikat sebagai penghargaan kepada warga yang telah menyatakan mengundurkan diri secara sukarela (graduasi).

Penghargaan diberikan langsung oleh Wakil Bupati Parimo, Badrun Nggai pada kegiatan Gebyar Program Keluarga Harapan tahun 2019 yang dipusatkan di Pantai Wisata Nanggolan Desa Mepanga, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu, 26 Oktober 2019.

Selain pemberian penghargaan kegiatan juga diisi dengan pegelaran seni oleh pemuda di Kecamatan Mepanga serta penanaman mangrove di Pantai wisata Nanggolang secara simbolis oleh Wakil Bupati Parimo.

Wakil Bupati Parimo ditemui usai kegaiatan menyarankan agar kegiatan gebyar PKH dilaksanakan setahun sekali di setiap Kecamatan di wilayah Parimo.

“Saya tidak sangka kegiatan ramai seperti ini padahal ini yang pertama kali dilaksanakan, sehingga saya sarankan tiap tahun diadakan di tiap Kecamatan,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan kepada pendamping PKH bahwa kegiatan seperti ini harus berkelanjutan.” Tadi sudah didengar oleh anggota DPRD dan mereka siap membantu pendanaanya,” Kata Wabup.

Menurutnya, di Kabupaten Parigi Moutong saat ini jumlah KPM sebanyak 27 ribu, kemudian dari jumlah itu ada 139 KPM yang sudah menyatakan diri keluar dari angka kemiskinan.

“Insya Allah dari 52 ribu warga miskin di Parimo dan itu masuk dalam basis data terpadu, kemudian dari jumlah 52 ribu ini bisa berhasil dituntaskan berarti angka kemiskinan di Parimo bisa turun hingga 50 persen. Artinya target kita seperti itu,” ujarnya.

“Jadi saya sudah sampaikan sama mereka penerima harus ada usaha-usaha yang dikembangkan. Jadi saya sampaikan kepada pendamping PKH untuk membuat laporan ke saya dan Bupati, baru kita akan teruskan ke Dinas masing-masing dalam rangka pengembangannya,” tambahnya.

Ia mengatakan, PKH yang ada di Parimo sangat membantu masyarakat penerima manfaat. PKH dapat meningkatkan kapasitas hidup masyarakat yang kurang mampu menjadi mapan dan mandiri. (asw/palu ekspres)