PALU EKSPRES, SIGI – Badan PBB Untuk Pembangunan (UNDP) bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan kemitraan dalam mengembangkan mata pencaharian yang tangguh di sebuah desa yang dilanda dua bencana di Provinsi Sulawesi Tengah.
Pola kemitraan ini diluncurkan di Desa Tuva – Sigi, Kamis 31 Oktober 2019, adalah bagian dari perluasan fokus area kerja sama antara UNDP dan BAZNAS. Deputy Resident Representative UNDP Indonesia, Sophie Kemkhadze menyebutkan bahwa pola kemitraan yang digagas ini dalam upaya mencapai pembangunan berkelanjutan (sustainable Development Goals/SDG). Menurut dia, UNDP dan BAZNAS telah bekerja sama sejak tahun 2017 dalam pembiayaan inovatif dan telah terlihat keberhasilannya di Jambi.
Selain itu terdapat pula inisiatif pendampingan masyarakat di Lombok setelah bencana 2018.
Menurut dia, melalui kemitraan baru ini, UNDP dan BAZNAS mengharapkan adanya peningkatan kapasitas pemerintah lokal dan komunitas dalam pemulihan pasca bencana melalui penyediaan bantuan untuk membangun desa yang tangguh, sekolah, dan mata pencaharian masyarakat yang lebih aman.
Sophie Kemkhadze menyebutkan bahwa rencana aksi pemulihan masyarakat harus dilaksanakan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi di desa. Anggota komisioner BAZNAS RI, Nana Mintarti juga mengungkapkan prioritas utama BAZNAZ untuk memulihkan perekonomian jangka menengah dan panjang. Antara lain dengan program penciptaan pendapatan, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
”Desa Tuva menjadi salah satu dari sepuluh titik integrasi program yang dilakukan oleh Lembaga Program BAZNAS,” katanya. Kesebelas lembaga program ini akan melakukan kegiatan bersama dalam mengembangkan lima aspek kehidupan masyarakat, yaitu Ekonomi, Pendidikan, Dakwah, Kesehatan, dan Kemanusiaan. Kerjasama antara BAZNAZ dan UNDP dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang rusak sebagian dan seluruhnya ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi dengan pengembangaan mata pencaharian yang lebih tangguh dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Kini, penduduk di desa Tuva, kabupaten Sigi, dapat meningkatkan produktivitas ekonomi karena mereka akan dilengkapi dengan bantuan teknis yang melibatkan pembangunan kapasitas, pendampingan usaha mikro, serta mekanisme hubungan antar-sektor.
Program kesiapsiagaan bencana yang terintegrasi dalam pengembangan lingkungan sekolah yang lebih aman. UNDP berharap melalui inisiatif dalam pengembangan mata pencaharian yang tangguh, ini dapat membantu memberantas kemiskinan di daerah yang terdampak bencana dan berkontribusi pada pencapaian SDGs, khususnya Goal 1 (Tanpa Kemiskinan), Goal 4 (Pendidikan Berkualitas), dan Goal 8. (kia/palu ekspres)






