PALU EKSPRES, PARIGI – Minimnya fasilitas dan sumber daya manusia (SDM) di Puskesmas Sausu Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, membuat perkembangan Puskesmas ini terhambat. Fasilitas sarana dan prasarana di Puskesmas tersebut terbilang masih minim. Padahal saat ini Puskesmas Sausu merupakan puskesmas rujukan di wilayah setempat dan sangat berperan dalam melakukan penanganan pertama terhadap pasien.
Kepala Puskesmas Sausu, I Komang Sunarta, SKM mengatakan, kekurangan fasilitas di Puskesmas yang dipimpinnya itu meliputi bangunan ruang pasien rawat inap, ruang pemeriksaan, ruang pemeriksaan, ruang loket, dan ruang obat-obatan.
Menurut dia, Puskesmas Sausu pertama kali dibangun sejak tahun 1992 dan beroperasi pada tahun 1993. Seiring berjalannya waktu dan padatnya penduduk di wilayah itu membuat bangunan Puskesmas ini perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah Parigi Moutong.
“Kondisi bangunan semua seperti yang kita lihat saat ini, sementara kita itu dalam melakukan pelayanan baik sarana dan prasarana harus mengacu pada Permenkes 75 tentang fasilitas pelayanan, dan kenyataannya Puskesmas ini belum sesuai dengan Parmenkes itu,” kata I Komang Sunarta kepada Wartawan di kantornya, Sabtu, 23 November 2019.
Ia mengungkapkan, di ruang perawatan saja yang hanya berukuran 3×3 meter memiliki dua kapasitas tempat tidur sehingga pasien merasa tidak nyaman. Selain itu lantai bangunan juga kata dia lebih rendah daripada halaman, sehingga ketika musim hujan pekarangan tersebut kerap digenangi air.
“Kalau seandainya ada banjir jujur saja ini pak di sini rawan banjir dan daerahnya rendah dan selama saya menjabat di sini sudah puluhan truk pasir untuk menimbun pekarangan ini,” terangnya.
Menurutnya, masih banyak lagi fasilitas yang sudah tidak layak untuk digunakan di Puskesmas Sausu seperti kaca jendela sudah banyak yang pecah, yang dikhawatirkan juga bangunan bagian dalam mulai keropos dinding-dindingnya retak akibat dampak gempa bumi beberapa waktu lalu. Dan, kondisi ini telah dilaporkan ke Dinas terkait.
“Untuk sarana MCKnya saja sudah ada beberapa yang tidak berfungsi sebagai tempat mandi pasien karena memang bangunan ini usianya sudah lama,” ujarnya. Lanjut dia mengatakan, selain kondisi bangunan, kondisi mobil ambulans di Puskemas Sausu dinilai sudah tidak layak pakai karena beberapa bagian mobil itu sudah mulai keropos dan cat terkelupas.
“Memang ada dua mobil ambulans tapi hanya satu yang kita oprasionalkan untuk bawa rujukan karena kita di sini rujukan itu sampai tiga hingga empat kali dalam sehari,”tuturnya.
Sehingga, pihaknya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong untuk secepatnya menindaklanjuti ini dan segera melakukan pembangunan di Puskesmas Sausu demi pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik.
“Sebab, pelayanan yang baik itu harus didukung dengan fasilitas, sarana dan prasarana yang memadai baik, gedung, peralatan kesehatan yang lengkap, maupun sumber daya manusia (SDM). Hal senada juga di ungkapkan anggota legislatif Parimo asal daerah pemilihan (Dapil) 5 Kecamatan Sausu, Umi Kalsum. Ia mengatakan, kondisi gedung Puskesmas Sausu memang sangat memprihatinkan.
“Kalau kondisinya seperti itu kan kasihan, kadang ada pasien kecelakaan biasa yang harusnya memang di rawat disitu saja, apalagi kecelakaan itu tidak masuk dalam BPJS harus beban pribadi, nah bagaimana dengan orang yang tidak mampu kasian masyarakat,” ujarnya.
Parahnya, lagi kata Umi saat pasien banyak yang dirawat bahkan ada yang menginap di bangsal hingga di luar ruangan. Menurunya, pihak BPJS sudah pernah berkunjung untuk melihat langsung kondisi Puskesmas Sausu dan meraka melihat langsung kondisi pasien di sana yang tidur hingga di luar ruangan.
“Harapan saya segera di rahap karena ini menyangkut fasilitas kesehatan. Bagaimana mau sehat kalau pasienya tidur sampai di luar ruangan.”kata politisi Nasdem itu. Olehnya, Ia meminta Pemkab Parimo khusunya OPD terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan untuk segera melakukan rehap total dan penambahan ruangan, serta pengadaan satu unit ambulans.
Menurutnya, Puskesmas Sausu tidak hanya melayani pasien dari sepuluh desa yang ada di Kecamatan Sausu tetapi juga melayani pasien dari Kecamatan tetangga yakni, Kecamatan Balinggi. “Jadi, saya berharap untuk saat ini yang kita inginkan betul-betul ada fasilitas yang memadai karena itu yang utama,”harapnya. (asw/palu ekspres)






