Sabtu, 16 Mei 2026
Opini  

Benih Lobster Alias “Emas Hitam”, Apa yang Harus Diintervensi?

IMG_20191222_180400

Oleh Hasanuddin Atjo, Ketua Ispikani Sulteng

BENIH Lobster hingga kini masih menjadi tranding topik di sejumlah media. Mulai televisi, media online, cetak sampai ke media sosial. Meskipun wacana membuka kran ekspor benih “emas hitam” ini oleh Menteri Kelautan dan Perikanan  (Men KP) yang baru Edy Prabowo sudah hampir sepuluh hari. Biasanya sebuah isu penting paling lama berlangsung viral dalam kurun waktu satu minggu.

Ini semua dikarenakan nilai ekonominya yang begitu fantastis.  Masyarakat nelayan penangkap benih dan pembudidaya yang tidak terberdayakan akibat Permen 56 Tahun 2016, isu konservasi lobster karena belum dapat dipijahkan secara buatan. Ditambah lagi provokasi harga yang menggiurkan. Menyebabkan lagu “benih lobster” menjadi pilihan para “pendengar radio” yang masih bertahan di papan atas.

Tidak heran banyak yang ikut berpendapat mulai masyarakat biasa, “kuli tinta”, ahli perikanan, ekonom, pejabat dan mantan pejabat publik, sampai Presiden Joko Widodo pun. Fenomena ini tidak mengapa, justru lebih bagus lagi karena sudah menerapkan pendekatan “Penta Heliks” yaitu ada pemerintah, akademisi, oengusaha, komunitas dan media.

Harapannya terbangun keterbukaan dan rasa memiliki bilamana regulasi tentang “emas hitam” ini sudah terlahirkan.

Isu emas hitam ini harus ada muaranya agar segera dilakukan langkah-langkah operasional di daerah. Pertanyaan kemudian, intervensi apa yang harus dilakukan oleh pemerintah yang memegang mandat regulator, fasilitator dan eksekutor?. Apakah cukup hanya dengan regulasi membuka kran ekspor dengan sistem kuota, mengembangkan budidaya di masyarakat yang diikuti dengan juklak dan juknis sebagaimana biasanya?.

Merilis pandangan sejumlah pakar lobster Indonesia bahwa ada empat fase dari siklus hidup lobster sebelum mencapai dewasa yaitu nauplisoma, filosoma, puerulus, juvenil (lobster muda). Nauplisoma dan filosoma adalah yang paling kritis karena masih bersifat planktonik atau melayang. Fase puerulus dan juvenil berada di perairan pantai dan inilah yang ditangkap oleh nelayan untuk diperdagangkan atau dibudidayakan secara ilegal berdasarkan Permen 56 Tahun 2016.

Dari ulasan di atas perlu dipertimbangkan Intervensi oemerintah untuk meningkatkan kelangsungan hidup nauplisoma sampai ke dewasa yang di alam diperkirakan kurang dari 1 persen, bahkan ada yang berpendapat hanya 0,1 persen.

KKP bersama UPT nya dan DKP dan UPTD nya yang memiliki infrastruktur perbenihan pantai kiranya bisa berperan memelihara larva filosoma menjadi puerulus dan juvenil dengan teknologi yang lebih modern dan terukur.  Antara lain, menggunakan teknologi RAS (Resirculating Aquacultur System). Juvenil inilah yang kemudian dapat dibudidayakan dan diperdagangkan. Pleusema yang lolos secara alami ke perairan pantai menjadi puerulus dan juvenil diperbolehkan ditangkap oleh nelayan.

Fungsi infrastruktur perbenihan UPT Pusat dan UPT Daerah disamping menghasilkan puerulus dan juvenil, juga wahana untuk seleksi induk bagi keperluan perbenihan nantinya dan keperluan restocking calon induk lobster menjaga kelestarian. Dan, bila pemerintah telah berhasil melakukan upaya ini, maka peran ini diserahkan ke swasta.

Harapan kita semua kiranya regulasi terkait dengan pengembangan industri lobster di Indonesia bisa melahirkan win win  solution   untuk menuju Indonesia Hebat 2045 dengan pendapatan per kapita sekitar 23.000 dolar US dari 4.000 dolar US tahun 2018. Semoga.***

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan