Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

DPRD Parimo Usulkan Raperda Inisiatif Tentang Pelindungan Nelayan

PALU EKSPRES, PARIGI– Dari lima rancangan peraturan daerah (Raperda) yang diusulkan oleh eksekutif pada paripurna pertama tahun 2020, terdapat satu Raperda inisiatif tentang perlindungan dan pemberdayaan nelayan yang diusulkan DPRD Parimo.

Ketua Badan Legislatif (Banleg), Suyadi mewakili DPRD saat membacakan usulan Raperda inisiatif mengatakan, menyadari kekayaan sumber- sumber kekayaan perikanan yang melimpah, maka diperlukan kebijakan pemerintah daerah yang mengatur perihal perlindungan perikanan dan nelayan melalui peraturan daerah menjadi sebuah kebutuhan dalam rangka meningkatkan produksi perikanan.

Ia menjelaskan, secara umum masyarakat nelayan perlu mendapat perlindungan dan pemberdayaan, sehingga mereka mendapat kesejahteraan salah satunya bentuk usaha yang ditopang dengan peraturan daerah.

“Adanya UU yang diterbitkan pemerintah nomor 7 tahun 2016 tentang perlindungan dan pemberdayaan nelayan, pembudidaya ikan dan pertambakan garam,” ungkapnya.

Dia mengatakan, raperda tentang nelayan belum ada yang mengatur secara spesifik terkait perlindungan dan pemberdayaan. Fakta di lapangan ditemukan belum optimalnya dalam mengupayakan perencanaan pembangunan yang mengatur ruang kehidupan dan akses kaum nelayan terhadap berbagai hal yang dapat memudahkan mereka.

“Kemiskinan menjadi keseharian mereka, sehingga dipandang perlu adanya perlindungan dan pemberdayaan,” ujarnya.

Selain itu, perhatian pemerintah terhadap permodalan nelayan mengakibatkan banyaknya praktik rentenir dan lainnya dikalangan nelayan sebagai akibat para nelayan tidak dapat menjual hasil tangkapan mereka.

Kemudian, terjadinya ketimpangan antara kapal-kapal besar yang difasilitasi dengan peralatan lengkap dalam menangkap ikan dengan nelayan tradisional jelas memojokkan.

“Terbatasnya alat tangkap nelayan tradisional menjadikan hasil tangkapan mereka terpuruk,” ungkapnya.

Lebih parahnya lagi, penggunaan bom ikan mengakibatkan pengrusakan lingkungan serta terumbu karang oleh nelayan tertentu dan pihak lainnya karena ketidak tahuan mereka serta desakan ekonomi.

“Berdasarkan alasan itu, sangat perlu adanya Raperda khususnya nelayan kecil, nelayan tradisional dan nelayan buruh akan meningkatkan hasi produksi ikan di Kabupaten Parimo,”sebut Suyadi. (asw/palu ekspres)

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital